Rangka Teralis di Banding Deltabox “Enak” Mana,sich..?

cb150-r-frame1

Pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang umum kita dengar dari masyarakat “kebanyakan” yang merupakan bagian yang tidak bisa lepas dari pangsa pasar roda dua.

Dari Judulnya saja sampeyan pasti sudah tahu,motor apa yang d bicarakan kali ini. Tentu masih seputar pesaingan di kelas sport 150 cc antara dua pabrikan motor besar di tanah air,Honda cb 150 r Streetfire vs Yamaha New Vixion Lightening. Dan kalau di tanya seperti judul di atas dan di jawab secara serampangan dan jujur,tentu jawabannya : sama-sama nggak enaklha wong besi…atos   ( keras )      😀   Tapi anda juga tahu maksud pertanyaannya adalah ke masalah handing yang di hasilkan dari pengaplikasian dua tipe rangka tersebut di motor sport berkubikasi 150 cc.

Baca Juga :  Moto gp : Harapan Valentino Rossi Menghadapi Musim 2015 dan Ulasan Tentang Prestasinya di Musim 2014

frame teralis vs deltabox

Diluar masalah rangka berkarat  uji performa hingga adu topspeed antara kedua motor ini,tentu kedua jenis rangka ini punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Ada yang bilang,rangka deltabox itu tekhnologi moto gp  menghasilkan handling yang sempurna,stabil di kecepatan tinggi serta nyaman di tikungan. Ada pula yang mengatakan rangka tipe teralis cb 150 lebih aan melindungi mesin dari tangan jahil dan melindungi kerusakan mesin saat terjadi crash atau jatuh.

Namun karena Mas Sayur secara pribadi tidak mempunyai kedua motor tersebut atau minimal mencoba keduanya dan membandingkannya,maka sebenarnya ada rasa penasaran,Jika di pakai berkendara secara “biasa” untuk keperluan komuter bukan untuk balap,apakah ada perbedaan “rasa” dari kedua tipe rangka berbeda ini..??

Baca Juga :  Flasher Honda New CB150 Mati..

Dan kembali lagi kepada penggunaan motor yang “hanya”untuk keperluan komuter,koq sepertinya perbedaan keduanya hanya pada masalah penampilan saja. Atau…entahlah…mungkin para pembaca ada yang ahli atau ada yang pernah mencoba membandingkanya,silahka di bagi pengalamannya.

Advertisements

71 tanggapan untuk “Rangka Teralis di Banding Deltabox “Enak” Mana,sich..?

    • September 5, 2013 pada 11:54 am
      Permalink

      hahaha…betul…jadi ingat kasus gambar di fb dulu,,,kobooong… 😀

      Balas
  • September 5, 2013 pada 6:28 am
    Permalink

    Deltabox enteng dihandling, Teralis enteng dibobot,

    Kalo mw yg enak lagi, ya kawin.wkwkwk

    Balas
  • September 5, 2013 pada 6:57 am
    Permalink

    udahh kawinin silang aja tu.. trellis box jadinya.. -_____- sama aj, tergantung yang makek 😆

    Balas
    • September 5, 2013 pada 11:29 am
      Permalink

      kembali ke selera..berarti mmg lebih ke penampilan,dong..

      Balas
      • September 7, 2013 pada 11:39 am
        Permalink

        iya om… gk ada patennya dan saling memaksa kehendak

        Balas
    • September 5, 2013 pada 11:30 am
      Permalink

      yups… soalnyakalau full fairing pake teralis,teralisnya nggak keliatan…

      Balas
  • September 5, 2013 pada 9:22 am
    Permalink

    aslinya… Tralis itu sama aja kaya Deltabox… penempatannya juga di atas mesing atau menggantung… kalo honda cb ini tralisnya itu sama aja kaya rangka biasa atau Diamond Frame… cumja Diamond Frame yang di tongolin keluar.. liat aja deh CBR250R kalo fairingnya di buka.. hampir sama.. tralis yang asli liat aja deh Ducati… sama kayak deltabox… hehe…

    Balas
    • September 5, 2013 pada 11:33 am
      Permalink

      ya…mmg cbsf tralisnya nggak jauh beda dg cbr 250.

      Balas
      • September 5, 2013 pada 12:33 pm
        Permalink

        iya mas.. bingung jadinya apa bisa di sebut trelis?? atau “banci” dalam artian dibilang tralis juga bukan tapi kaya tralis

        Balas
      • September 5, 2013 pada 2:09 pm
        Permalink

        emng dasarnya bukan cb150 itu tralis tapi truss frame, jadi jangan berharap lebih sama frame ini…
        soalnya dari segi rigiditas + redaman vibrasi pasti kalah sama trelis asli ataupun deltabox…
        belum lagi beratnya yang melebihi deltabox…
        liat aja cb150 body cungkring tapi bobotnya lebih berat dr NVL yang pake body+velg/ban gede…

        Balas
  • September 5, 2013 pada 9:57 am
    Permalink

    sama saja,,,,kalo bilang deltabox cocok buat balap kenapa vixion gak buat balap???hayooo,,,nah nyatanya rangka trelis jg di aplikasi di n250,ktm moto3,dll,,,hayooo,,,intinya sama saja beda bentuk doang,,,

    Balas
  • September 5, 2013 pada 10:38 am
    Permalink

    ada beda sedikit mas sayur. karena mounting engine di deltabox ada pada atas kepala blok silinder, maka rasanya ada sodokan saat torsi awal. untungnya getaran gak terasa ketika gasingan mesin lebih cepat karena tersalur ke seluruh bagian deltabox.

    sedangkan deltabox rata2 sifat mounting engine gak di head silinder. maka mesin selalu halus. namun saat mesin teriak terkadang getaran gak sanggup diredam. wong saya sudah numpak keduanya (cnsf & nvl) 😀

    Balas
    • September 5, 2013 pada 10:40 am
      Permalink

      eh pernytaan ada yg salah. maksudnya yg di alenia 2, teralis.

      Balas
    • September 5, 2013 pada 11:45 am
      Permalink

      nah..ini yang di maksud “rasa” pada artikel.. 😉

      Balas
    • September 5, 2013 pada 10:33 pm
      Permalink

      jawaban yang mantap..

      Balas
  • September 5, 2013 pada 10:50 am
    Permalink

    yg jelas isik enak nganggo VARIO 125 pakdhe
    serasa naik sedan ,wkwkwkwkwkwkwkwkwk :mrgreen:

    Balas
    • September 5, 2013 pada 11:36 am
      Permalink

      iso nggowo jajan buwuhan lebih banyak juga… :mrgreen:

      Balas
    • September 6, 2013 pada 9:08 am
      Permalink

      Kayak sedan apaan….wong kalo kena lubang ataw gronjalan, rasanya seluruh badan bergetar koq.
      Saya punya sama kayak punya Mas Eko lho.

      Saya beli Vario ISS buat kepraktisan di jalan macet. Enak bener pake Vario di jalan yg macet. Soale kalo pake Scorpio, lebih repot krn pake kopling. Dan motrnya lebih berat.

      Perasaan saya kalo abis pake Scorpio trus pake Vario, lewat jalan yg sama dan kecepatan sama, jalan yg semula terasa mulus tiba2 jadi terasa getar semua.

      Balas
    • September 6, 2013 pada 11:21 am
      Permalink

      itu karena tekanan ban terlalu besar pak
      tekanan ban motor saya set depan 20 psi belakan 25-28 psi ,kalo pake ukuran setandart 29 & 33 psi memang uatozzz
      dg catatan , tekanan ban segitu untuk dipake sendiri , soal’e kalo dibuat boncengan kurang stabil

      Balas
  • September 5, 2013 pada 11:32 am
    Permalink

    klo buat sehari-hari ada beberapa keuntungan deltabox dibanding teralis…
    handling lebih ok, karena deltabox lebih rigid+lebih ringan
    getaran mesin mampu diredam maksimal
    lebih gampang dirawat+dibersihkan
    trakhir (yang ini subjektif) lebih rapi dilihatnya

    Balas
  • September 5, 2013 pada 1:54 pm
    Permalink

    Untuk postingan yang ini aku idem…ugak ngerti soal body membody wkwkwkwkwk… 😉

    Balas
    • September 5, 2013 pada 2:01 pm
      Permalink

      tunggu postingan selanjutnya..sampeyan mesti mudeng dan komennya tak tunggu…

      Balas
      • September 5, 2013 pada 2:04 pm
        Permalink

        Iya bang soal ini sich ngerti cuma gak nate pengen belajar lebih dalam…wkwkwkwk….

        Balas
      • September 5, 2013 pada 2:11 pm
        Permalink

        Iyo e bang..jan ugak seneng belas lak membahas body motor, gek ki mu beberapa blog mbahas e body2 ae…

        Balas
        • September 5, 2013 pada 2:14 pm
          Permalink

          lagi ngetrend… mending bahas body yang lain kayak di artikel baru yg sudah muncul tuch… ***wkwkwk kaboooorrr… :mrgreen:

          Balas
  • September 5, 2013 pada 4:09 pm
    Permalink

    untuk kasus cb150r dan vixion, fungsi rangkanya sepertinya sama saja, model segitiga/delta, handling lebih nyaman dan stabil, bedanya hanya fungsi visual, seharusnya sang cb menggunakan rangka delta karena rangka delta leboh menonjolkan bentuk mesin, karena desain mesin cb tgergolong besar..

    beda pada kasus contoh rangka deltabox vixion dengan diamond/trelis dengan single frame ke arah bodi (tidak segitiga) seperti pada byson, scorpio, verza atau megapro. jadi penggunaan rangka segitiga/delta lebih nyaman/stabil handlingnya..

    Balas
      • September 6, 2013 pada 9:10 am
        Permalink

        Wkwkwk, beda kepala beda isinya….setuju Mas sayur.
        Mas Ipan, enak Megison mas.

        Balas
      • September 6, 2013 pada 3:14 pm
        Permalink

        kl aq seh pilih si cb z tuh..enek msinne lemes tenga grang,komstir jg g cpt pltuk g ky puny ttga tuh..bntar2 komstir..hik..hik..hik…

        Balas
  • September 6, 2013 pada 7:55 pm
    Permalink

    Apik kabeh..

    Balas
  • Agustus 13, 2014 pada 6:12 pm
    Permalink

    kalau trelling lbh ringan handlingnya. tapi kalau utk kestabilan handling tinggi lbh mantep deltabox. rata2 motor di motoGP juga semua pake deltabox.

    kl trellis itu condong dipakai moge2 naked bike macam ducati, mv agusta, dsj

    Balas

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: