Mengintip Cara Kerja “Mesin Hybrid” Pada Honda PCX Hybrid Dalam Workshop PCX Hybrid di Astra Motor Papua.

ZonaMotor.NET – Sobat pembaca yang budiman, ketika mendengar nama Honda PCX Hybrid, sebagian besar dari kita tentu membayangkan satu unit motor matic dengan desain bodi PCX 150 dan mempunyai tenaga penggerak berupa mesin konvensional dan tenaga listrik yang berupa dinamo (motor) listrik. Pemikiran ini didasari pada tekhnologi mobil hybrid yang terlebih dahulu ada yang mana pada mobil hybrid yang saat ini beredar di tanah air teknologi nya bekerja bergantian antara mesin listrik dan mesin konvensional, yaitu system Full Hybrid yang pada kecepatan rendah, pada saat maju dan mundur untuk parkir, atau pada saat merayap di kemacetan ,tenaga mobil 100% digerakkan oleh mesin listrik, dan mesin konvensional baru bekerja pada kecepatan jelajah normal. Sebut saja contohnya Toyota Prius dan All New Camry Hybrid.

Sebagaimana diketahui bersama, Teknologi Hybrid diciptakan sebagai upaya untuk mendapatkan efisiensi bahan bakar “yang lebih”, dan merupakan tahapan proses menuju tekhnologi “mesin listrik” secara penuh.

Pertanyaan nya, apakah Honda PCX Hybrid cara kerjanya seperti uraian di atas ?

Jawabannya adalah TIDAK, sodara…  😊

Honda PCX Hybrid menganut system’ Hybrid Standar, bukan Full Hybrid seperti pada mobil Toyota yang diuraikan di atas.

Gambaran gampangnya begini, Honda PCX Hybrid ini pada dasarnya cara kerjanya sama seperti mesin pada umumnya,mas bro… ,Lalu untuk “mesin Hybrid” yang digunakan motor ini adalah memanfaatkan ACG Starter yang di aliri tenaga listrik sebesar 48 Volt dari baterai Lithium yang ada di bawah jok Honda PCX Hybrid ini,mas bro…. (Baterai Lithium-ion inilah yang merupakan BATERAI UTAMA dari Honda PCX Hybrid,karena PCX Hybrid masih punya 1 baterai lagi,yakni baterai 12 volt yang merupakan baterai sekunder atau sub baterai).Dan proses pengaliran listrik dari baterai litium ion ke ACG Starter tersebut terjadi ketika pengendara membuka throtle secara spontan, dan efeknya adalah akselerasi menggunakan mesin bensin 150cc mendapatkan tambahan tenaga dari ACG Starter yang juga turut berputar karena dialiri listrik dari Litium ion Baterai tadi,mas bro.. sehingga akselerasi (tarikan awal) dari PCX Hybrid ini terasa lebih “nendang” alias lebih ringan dari motor bermesin konvensional dengan tipe dan kubikasi yang sama.

Junction Box dan Down Regulator
Lithium Ion Baterai dan di dalam Baterai utama inilah terdapat BMU (Baterai Management Unit).
PDU (Power Drive Unit) , inilah otak dari sistem Hybrid nya.

 

Baca Juga :  Hasil Race FIM CEV Moto3 Seri Le Mans 2018 Gerry Salim.
Baterai Skunder 12 volt.
ACG Starter, inilah komponen utama “mesin hybrid” ” nya.

Naaah…seperti itulah cara kerja mesin Hybrid pada PCX Hybrid yang dijelaskan secara panjang lebar oleh Instruktur Mekanik Astra Motor Papua,Bapak Harjito dalam Workshop Honda PCX Hybrid di kantor Main Dealer Astra Motor Papua,Sabtu Sore 29 September 2018.

Jadi inti yang perlu dipahami dan digarisbawahi adalah,Honda PCX Hybrid ini memanfaatkan ACG Starter yang sudah ada (dengan ubahan tekhnologi menyesuaikan) untuk mendapatkan efek tenaga tambahan saat berakselerasi, BUKAN mempunyai mesin Hybrid yang terpisah dari mesin bensinnya dan bekerja secara bergantian.

Pertanyaan selanjutnya adalah, seberapa lama ACG Starter membantu putaran mesin saat akselerasi ? Dan seberapa besar efek akselerasi yang didapatkan ketika diukur dengan sistem pengukuran yang valid, semacam race logic misalnya ?

Jawabannya adalah…..( Ini yang menjawab adalah Pak Instruktur Mekanik,lho ya….bukan Saya… , Pak Jito yang ngomong..  😊) , Aliran listrik dari Lithium baterai ke ACG memberikan efek putaran tambahan selama 3 detik, dan Dari hasil riset interal AHM mendapatkan data selisih akselerasi PCX Konvensional dan PCX Hybrid saat berakselerasi spontan untuk jarak 0-200 meter adalah 0,3 detik. Sedangkan untuk efisiensi bahan bakarnya, Honda PCX Hybrid dinyatakan lebih irit 3% dibandingkan Honda PCX 150 mesin konvensional.

Baca Juga :  Selamat Datang, Suzuki GSX-S150.

Demikianlah sedikit ilmu yang Mas Sayur dapatkan dari workshop Honda PCX Hybrid di Main Dealer Astra Motor Papua bersama Bapak Instruktur Mekanik Astra Motor Papua , Bapak Harjito.

Hal-hal yang Mas Sayur tulis diatas rasanya sudah cukup mewakili beberapa pertanyaan pokok tentang Honda PCX Hybrid di kalangan konsumen kebanyakan, dimana beberapa pertanyaan pokok yang merupakan rasa penasaran orang awam pada Honda PCX Hybrid adalah :

  • Apa itu PCX Hybrid dan Bagaimana Cara kerjanya ?  Sudah dijelaskan panjang lebar diatas.
  • Apa tujuan tekhnologi Hybrid ? Sudah dijelaskan juga..untuk mendapatkan efisiensi bahan bakar yang “lebih”.
  • Seberapa efek akselerasi PCX Hybrid jika dibandingkan PCX 150 mesin konvensional dan seberapa selisih keiritan bahan bakarnya ? Juga sudah terjawab.

Jika dijelaskan secara detail teknis bagaimana proses Hybrid nya bekerja,maka penjelasan nya adalah sebagai berikut :

  • Ketika kunci kontak di “ON” kan, maka baterai sekunder yang 12 Volt menghidupkan sistem,dengan mengalirkan arus ke PDU (Power Drive Unit) yang ada di bagian kanan depan motor, dan arus 12 Volt juga mengalir ke BMU (Baterai Management Unit) yang ada di dalam Baterai Lithium. Selanjutnya terjadi komunikasi antara PDU dan BMU yang disebut CAN Communication, untuk memeriksa kesiapan sistem. Jika sistem normal, maka tegangan 48 Volt dialirkan dari Lithium ion Baterai ke PDU dan Down Regulator (down Regulator anggap saja semacam travo step down untuk menurunkan tegangan listrik).
  • Ketika saklar starter ditekan, arus 48 Volt dari Lithium ion Batterai dialirkan ke ACG Starter melalui PDU. Flywheel memutar crankshaft dan menghidupkan mesin. Saat mesin sudah menyala, Arus 48 Volt dari Lithium ion Batterai diturunkan oleh Down Regulator menjadi 12 untuk mengisi aki sekunder dan menghidupkan kelistrikan yang lain semacam lampu utama,lampu sein,klakson dan lain-lain. Pada saat bersamaan, ACG Starter menghasilkan arus 48 Volt yang dialirkan kembali ke Lithium Ion Baterai melalui PDU untuk mengisinya lagi agar tidak terjadi minus tegangan (aki tekor).
  • Ketika terdeteksi pengendara membuka throtle secara spontan, maka disinilah “mesin hybrid” aktif secara otomatis akibat arus dari Lithium Ion Baterai dialirkan melalui Junction Box ke PDU dan lalu ke ACG Starter dan menghasilkan putaran bantuan di ACG Starter selama 3-4 detik yang efeknya memberikan tambahan akselerasi.
Baca Juga :  Review Harian New Honda BeAt Street eSP (Bag.2 Konsumsi Bahan Bakar )

Demikian, mas bro….

Semoga bisa bermanfaat.

Advertisements

3 tanggapan untuk “Mengintip Cara Kerja “Mesin Hybrid” Pada Honda PCX Hybrid Dalam Workshop PCX Hybrid di Astra Motor Papua.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: