(Video Wawancara) Dimas Ekky : “Mimpi Yang Jadi Kenyataan”.

ZonaMotor.NET – Dimas Ekky akan mewujudkan mimpinya sebagai pebalap penuh Moto2 World Championship musim depan, bersama IDEMITSU Honda Team Asia. Ini merupakan mimpi yang sudah dikejar pebalap Astra Honda Racing Team berusia 26 tahun tersebut sejak masih kecil, ketika dia mulai ikut balapan underbone di Indonesia.

Setelah segala usaha dan dengan dukungan Astra Honda, Dimas Ekky akhirnya meraih hasil dari kerja kerasnya, dan akan menjalani tes pertama untuk musim 2019 di Jerez, yang dimulai Jumat (23/11/2018). Dalam video terlampir, Dimas bercerita tentang setiap langkah dalam kariernya.

 

Bagaimana awal kamu ikut balapan motor?
“Saya mulai ikut balapan ketika duduk di kelas 6 SD, dengan motor underbone dua tak, di kota saya. Ayah saya sangat menyukai sepeda motor dan saya terpengaruh. Karena takut saya akan balapan di jalanan, ayah membawa saya berlatih di sirkuit. Sejak ikut balapan ketika berusia 12 tahun, saya sudah ingin menjadi pebalap MotoGP. Ketika saya menonton balapan MotoGP, saya sadar tidak ada pebalap Indonesia, dan mimpi saya adalah bisa ikut balapan. Hari lepas hari dan balapan demi balapan, saya bekerja keras supaya suatu saat bisa ikut World Championship.”

Pada 2004, kamu kali pertama menjuarai balapan lokal. Apa yang kamu ingat dengan peristiwa itu?
“Saat itu adalah kompetisi underbone, yang di Indonesia disebut dengan motor bebek, atau semacam skuter. Banyak sekali kompetisi seperti ini di Indonesia, dan ketika kamu bisa menang itu sangat penting, seperti kalau di sini kamu menang balapan FIM CEV. Bisa menjadi juara tentu menyenangkan, karena saya bisa mengikuti jejak M Fadli Imammuddin, yang merupakan idola saya. Beberapa tahun kemudian saya bisa bergabung dengan Astra Honda Racing Team bersama dia.”

Baca Juga :  Race 1 ARRC 2018 Seri India,Rheza Danica dan Mario Suryo Aji Tampil Dominan

Ketika berumur 20 tahun, setelah turun di kelas 600cc, kamu mendapat panggilan dari Astra Honda Motor untuk bergabung dengan mereka. Bagaimana pengaruh mereka dalam hidupmu? 
“Menerima panggilan dari Astra Honda Motor membuat saya sangat senang. Mereka sepenuhnya berdedikasi di dunia balap motor. Mereka selalu sangat mendukung saya dan memotivasi untuk mengejar mimpi saya. Mereka punya program untuk membawa para pebalap ke MotoGP World Championship dan saya bangga bisa menjadi bagian mereka. AHRT selalu mendukung dalam setiap langkah karier saya, dari ARRC, FIM CEV, hingga sekarang di Moto2 World Championship, kesempatan yang belum tentu datang dua kali.”

Kamu berangkat ke Eropa dan ikut FIM CEV, yang merupakan kali pertama kamu ikut kompetisi di luar Asia. Bagaimana kamu menjalani tahun-tahun pertamamu? 
“Eropa sepenuhnya berbeda dengan Indonesia, cuacanya sangat berbeda. Saat kompetisi, di FIM CEV semua sirkuit yang dipakai adalah baru buat saya, begitu juga dengan motor serta tim, dan itu menjadi tantangan saya untuk beradaptasi. Di Moto2 European Championship, kamu tahu bahwa para pebalap yang ikut sangat agresif dan kamu tidak bisa membalap dengan santai saat balapan. Kamu harus terus memacu motor hingga akhirnya menyentuh garis finis.”

Tahun lalu, kamu meraih podium pertama di FIM CEV, menjadi hari bersejarah untuk Indonesia. 
“Balapan ketika itu sangat berat karena ada banyak pebalap yang berpotensi untuk ikut Moto2, dan saya harus bersaing ketat hingga lap terakhir untuk memimpin rombongan dan meraih podium. Saya ingat semua kenangan itu dengan baik, dan saat itu rasanya luar biasa.”

 

“Hari lepas hari dan balapan demi balapan, saya bekerja keras supaya suatu saat bisa ikut World Championship. Dan akhirnya mimpi saya menjadi kenyataan.”

 

Baca Juga :  Pengaruh Cahaya Pada Penglihatan Saat Berkendara.

Kamu lebih sering tinggal di Barcelona sejak 2017, untuk mempercepat proses adaptasimu. Bagaimana rasanya jauh dari tanah kelahiranmu? 
“Perubahan ini membantu saya untuk beradaptasi lebih baik dengan cuaca dan memberi saya kesempatan untuk berlatih dengan beberapa pebalap Moto2 juga. Ini merupakan hal bagus buat saya karena terbang dari Indonesia ke Spanyol untuk setiap putaran FIM CEV sangat melelahkan. Dengan tinggal di Spanyol, saya bisa beristirahat lebih banyak. Saya suka makanan Eropa dan saya tidak mengalami masalah dengan kebiasaan di sini, jadi proses adapatasi selama ini berjalan bagus. Setelah dua tahun terakhir, saya sudah merasa sedikit menjadi orang Eropa. Saya juga ingin berterima kasih kepada Bruno Performance yang menjaga saya selama ini. Mereka selalu menjaga dan mendukung saya.”

Apa penilaianmu tentang FIM CEV musim 2018? 
“Musim ini menjadi tahun yang kompetitif karena beberapa pebalap Moto2 ikut bersaing dan membuat kompetisi menjadi lebih sulit. Namun, pada saat bersamaan memberi saya kesempatan bersaing dengan mereka dan mendapatkan kemajuan. Kami kurang beruntung di beberapa balapan, tetapi setelah putaran Jerez, kami jauh lebih percaya diri dan akhirnya di Albacete kami bisa meraih podium. Saya juga bisa mendapatkan wildcard di GP Catalunya, yang tentu saja sangat spesial. Selain bisa bersaing dengan para pebalap di level yang tinggi, saya juga bisa membawa Astra Honda dan Indonesia ke World Championship, dan itu sangat spesial buat saya.”

Bagaimana kami mendapatkan informasi bahwa kamu akan ikut Moto2 pada 2019? Apa targetmu pada debut musimmu?
“Pak Anggono (Iriawan) menelepon saya dan memberi tahu soal itu. Saya berkata, ‘Apakah bapak bersungguh-sungguh?’ sampai dua atau tiga kali karena saya tidak percaya. Dia lalu menunjukkan pesan dari Honda Motor. Akhirnya, mimpi menjadi kenyataan dan saya mendapatkan kesempatan ikut Moto2 World Championship pada 2019. Saya tidak tahu bagaimana menggambarkan perasaan saya. Saya sangat senang dan termotivasi untuk musim depan. Target saya adalah beradaptasi secepat mungkin dengan mesin Triumph dan bersaing dengan pebalap-pebalap tercepat, serta selalu meraih poin.”

Baca Juga :  Sambut Ramadhan 1438 H,Suzuki Gelar Program "Suzuki Semarak Ramadhan"

Apa artinya bagimu bisa mewakili Indonesia di seluruh dunia? 
“Sangat berarti karena saya mendapatkan banyak sekali dukungan dari negara saya, dari keluarga, teman, dan juga penggemar. Para penggemar sudah seperti keluarga kedua bagi saya. Ketika membalap di Sepang (GP Malaysia 2017) sebagai pebalap pengganti, banyak yang datang untuk mendukung saya. Mereka membawa bendera Indonesia dan poster. Rasanya sangat menyenangkan dan itu memotivasi saya untuk membalap lebih baik. Saya berterima kasih kepada semuanya atas dukungan mereka!”

 

 

Advertisements

Satu tanggapan untuk “(Video Wawancara) Dimas Ekky : “Mimpi Yang Jadi Kenyataan”.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: