<div class="wpcnt">
			<div class="wpa">
				<span class="wpa-about">Iklan</span>
				<div class="u top_amp">
							<amp-ad width="300" height="265"
		 type="pubmine"
		 data-siteid="126917133"
		 data-section="1">
		</amp-ad>
				</div>
			</div>
		</div><p> ;</p>
<p>Mohon maaf sebelumnya ini bukan opini <em>Mas Sayur </em>pribadi,tapi ini adalah sebuah judul tulisan di republika, berikut screenshoot nya</p>
<p><img class="aligncenter size-large wp-image-9825" src="https://zonamotor.net/wp-content/uploads/2015/04/wpid-screenshot_2015-04-26-10-06-18-576x1024.jpg" alt="" width="576" height="1024" /></p>
<p>Dan di sini,<em>Mas Sayur </em>hanya bermaksud menyatakan pendapat tentang pernyataan dalam tulisan tersebut.</p>
<p>Sebelumnya,kita kutip dulu,beberapa poin dalam tulisan di atas,</p>
<p><!--more--></p>
<blockquote><p><strong><em>REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA&#8211;Komite Penghapusan Bensin</em></strong><br />
<strong><em>Bertimbal (KPBB) menilai varian bahan bakar minyak baru</em></strong><br />
<strong><em>yang akan dikeluarkan PT Pertamina (Persero), Pertalite,</em></strong><br />
<strong><em>tidak sesuai dengan kebutuhan kendaraan di Indonesia</em></strong><br />
<strong><em>yang telah menerapkan teknologi standar Euro 2 sejak</em></strong><br />
<strong><em>2007.</em></strong><br />
<strong><em>&#8220;Kalau tiba-tiba Pertamina mau memproduksi BBM yang di</em></strong><br />
<strong><em>bawah standar kebutuhan Euro 2, berarti itu menipu, mobil</em></strong><br />
<strong><em>orang-orang bisa rusak,&#8221; kata Ahmad yang dihubungi dari</em></strong><br />
<strong><em>Jakarta, Jumat.</em></strong><br />
<strong><em>Ahmad menilai BBM jenis Pertalite dengan Research Octane</em></strong><br />
<strong><em>Number (RON) 90 dengan Premium RON 88 sama saja</em></strong><br />
<strong><em>karena sama-sama tidak cocok dengan teknologi kendaraan</em></strong><br />
<strong><em>yang ada serta masih tak ramah lingkungan.</em></strong><br />
<strong><em>Ia menjelaskan, Indonesia telah mengadopsi teknologi</em></strong><br />
<strong><em>kendaraan bermotor dengan standar Euro 2 sejak 2007. Ada</em></strong><br />
<strong><em>pun kadar oktan bahan bakar standar untuk kendaraan Euro</em></strong><br />
<strong><em>2 adalah RON 92 atau minimal RON 91.</em></strong><br />
<strong><em>&#8220;Kalau mau, ditambah saja RON-nya menjadi 91, bukan</em></strong><br />
<strong><em>RON 90. Itu baru sesuai dengan kebutuhan kendaraan</em></strong><br />
<strong><em>masyarakat kita yang idealnya menggunakan RON 92, atau</em></strong><br />
<strong><em>minimal RON 91,&#8221; katanya.</em></strong></p><div class="f29f60cc4aa3bd9178e3edf8e8b15378" data-index="2" style="float: none; margin:300px 0 300px 0; text-align:center;">
<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> 
<!-- in article bakul kangkung 3 --> 
<ins class="adsbygoogle" 
 style="display:block" 
 data-ad-client="ca-pub-8846700859688899" 
 data-ad-slot="9133788950" 
 data-ad-format="auto"></ins> 
<script> 
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); 
</script>
</div>
</blockquote>
<p>Lalu bagaimana kita harus menyikapinya..?<br />
<em>Simpel saja.bro..</em><br />
<em>Nggak perlu panjang lebar..</em><br />
Sebagai konsumen pengguna kendaraan bermotor,kita harus tahu bahan bakar jenis apa yang di butuhkan oleh mesin kendaraan kita.</p>
<p> ;</p>
<p><strong><em>Jika mesin kendaraan kita berkompresi tinggi dan membutuhkan bahan bakar dengan angka RON yang melebihi angka 91,ya jangan beli PERTALITE&#8230;</em></strong><br />
<strong><em>BELILAH PERTAMAX ATAU PERTAMAX PLUS atau bahan bakar merk lain yang nilai oktannya lebih tinggi dari Pertalite.</em></strong><br />
<em><strong><em>Gitu aja koq repot&#8230;</em></strong></em><br />
;-)</p>
<p>Cara paling gampang untuk mengetahui jenis bahan bakar yang di butuhkan oleh mesin kendaraan adalah dengan membaca buku pedoman pemilik kendaraan.</p>
<p>Khusus untuk para pemotor,bahan bakar jenis ini tampaknya pengaruhnya positif bagi memonitor,mengingat saat ini,mayoritas mesin motor yang beredar adalah mesin motor yang <em>premium ready,</em>sehingga jika nanti premium di hapus dan di ganti Pertalite yang nilai oktannya lebih tinggi dari premium,maka hal itu adalah sebuah hal yang positif bagi mesin motor.<br />
Tinggal tunggu harganya saja,kabarnya Mei 2015 bahan bakar jenis baru ini sudah mulai di luncurkan bersamaan dengan penghapusan bahan bakar jenis premium.</p>
<!--CusAds0-->
<div style="font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;"></div>
<!-- WP QUADS Content Ad Plugin v. 3.0.2 -->
<div class="quads-location quads-ad1" id="quads-ad1" style="float:none;margin:0px;">

</div>


PERTALITE tak Sesuai Dengan Kendaraan di Indonesia

