100 Kilometer Bersama Suzuki GSX150 BANDIT, Berikut Beberapa Catatannya.

ZonaMotor.NET – Kembali melanjutkan catatan tentang tes ride penggunaan harian Suzuki GSX150 Bandit.

Tak terasa, ternyata Suzuki GSX150 Bandit warna Stronger Red/Titanium Black ( Merah-Hitam ) ini sudah 8 hari nangkring di ruang tamu rumah kost kediaman Mas Sayur. Dan selama 7 hari sebelumnya belum diajak jalan jauh, hanya rute-rute pendek ke Pasar, antar anak sekolah dan ke Masjid ya g secara total hanya berjalan sekitar 9 kilometer saja. (Ketika diserahterimakan, odometer menunjukkan angka 3 km) , sehingga pada hari Minggu pagi 16 Desember 2018, angka odometer si Bandit baru menunjukkan angka 12 km 😊.

Oke…. Waktunya mengeksplorasi riding impression dari si Bandit menempuh jalur yang agak lumayan jauh. Mas Sayur ingin merasakan bagaimana sensasi berkendara dengan Suzuki GSX150 Bandit dengan menempuh perjalanan agak jauh secara non stop untuk membuktikan kenyamanan si Bandit yang di klaim sebagai #temansatutujuan termasuk dalam urusan touring jarak jauh.

 

Hari Minggu  siang tersebut (sebenarnya agak sore sich,lha wong berangkatnya sekitar jam 2 siang), Mas Sayur sudah niat untuk jalan berkeliling kota Jayapura dengan Suzuki GSX150 Bandit secara non stop. Melintasi jalan beraspal yang naik turun dan banyak berkelok.

Jalan saja terus pokoknya jalan, sampai akhirnya mendapatkan angka 100 kilometer pada odometer sesampainya di rumah lagi pada pukul 15.57 WIT. Sehingga ketika ditotal, perjalanan muter-muter non stop hari itu menempuh perjalanan sejauh 88 kilometer.

Apa saja catatannya ?

Konsumsi Bahan Bakar.

Speedometer Suzuki GSX150 Bandit yang sudah menganut Multi Information Display (MID) memudahkan pengendara untuk melihat secara langsung konsumsi bahan bakarnya dalam bentuk angka digital. Dalam beberapa forum dan group faktanya memang pengukuran konsumsi bahan bakar versi MID ini sedikit berbeda dengan metode manual yang menggunakan cara full to full. Bahkan ada yang bilang MID ini agak ngibul, bisa lebih boros dan bisa lebih irit dari pengukuran manual, tergantung gaya berkendara si rider dan tergantung pula dengan Medan yang di lalui serta beban muatan kendaraan. Tapi Mas Sayur pribadi agak males mau ngukur secara manual, Percaya sama MID aja daah…., toh selisihnya juga nggak seberapa…..bensin habis ya beli lagi….gitu aja koq repot 🤭

Dan dari hasil muter-muter hari itu, dengan gaya berkendara Mas Sayur yang fluktuatif kadang agresif kadang selow tergantung situasi dan kondisi, melintasi Medan perbukitan yang naik turun dan berkelok namun beraspal mulus, penunjuk konsumsi bahan bakar digital di speedometer Suzuki GSX150 Bandit mencatatkan angka 32 kilometer per liter di akhir perjalanan.

Piye , cak ? Ngirit opo ora ?

Dalam menentukan irit tidaknya, Mas Sayur punya tolok ukur sendiri, ini teori Mas Sayur pribadi, nggak di akui yo aku ora urus 😊 Menurut Mas Sayur pribadi , sepeda motor SPORT bermesin 150 cc itu tingkat keiritannya adalah sebagai berikut :

  • IRIT bahan bakar , ketika konsumsi BBM nya antara 30-35 kilometer per liter.
  • SANGAT IRIT bahan bakar, jika konsumsi bahan bakarnya lebih dari 35 km/liter atau bahkan lebih dari 40 km/liter (emang ada ya yang lebih dari 40km/l 🤔)
  • AGAK BOROS bahan bakar, jika konsumsi bahan bakarnya antara 25-30 km/l.
  • BOROS bahan bakar, jika konsumsi bahan bakarnya kurang dari 25km/l.

Soal ergonomi dan Riding position dari Suzuki GSX150 Bandit sudah Mas Sayur singgung di tulisan terdahulu.

Impresi Tentang Performa Mesin.

Soal impresi performa mesin rasanya tak ada bedanya dengan GSX-R/S150 karena mesinnya sama persis nggak ada bedanya. Mesin DOHC 150 cc dari Suzuki ini memang diklaim mempunyai power mesin puncak 14,1 ke alias sekitar 18,8 hp. Namun sayang, Mas Sayur nggak punya nyali untuk mencoba power maksimum sampai limit 😊

Sedangkan untuk Torsi mesin alias tenaga di tarikan awal, secara feeling Mas Sayur bisa mengatakan jika “tarikannya” mirip-mirip dengan New Honda CB150 Streetfire yang merupakan kendaraan harian Mas Sayur. Setelah cek spesifikasi masing masing, ternyata benar, Torsi maksimal GSX150 Bandit adalah 14,1 Nm yang didapat di 9000 RPM, sedangkan new CB150 Torsinya adalah 13,8Nm pada 7000 RPM , jadi benar yang Mas Sayur rasakan jika “tarikan awal” Suzuki GSX150 Bandit “sedikit” lebih “nggandhol” (bahasa Jawa bisa diartikan lebih lambat dalam konteks ini) dibandingkan New CB150. Bisa jadi ini karena pengaruh karakter mesin Overbore GSX150 series yang memang mengutamakan power atas dibandingkan karakter mesin near square New CB150 yang tenaganya merata namun nggak segarang overbore di power atas.

 

Tentang Jok Tandem Suzuki GSX150 Bandit.

Jok tandem yang menyambung pada Suzuki GSX150 Bandit adalah salah satu kelebihan yang ditawarkan oleh Suzuki kepada konsumen sebagai jawaban atas problematika dan dilema boncenger pada Suzuki GSX-R/S150 yang dinilai terlalu racy.

Dan sebagai pedagang keliling yang menggunakan sarana sepeda motor untuk berdagang, Mas Sayur melihat celah dan harapan bahwa Suzuki Bandit bisa digunakan sebagai #temansatutujuan dan #temanseperjuangan dalam memperjuangkan nafkah keluarga, karena joknya yang panjang dan lega. Namun ternyata, posisi knalpot Suzuki GSX150 Bandit yang masih nungging layaknya GSX-R/S150 memberikan kendala saat akan membonceng Wood side bag (baca :gerobak sayur alias obrok alias eyek bin Rengkek ) 😁.

Lalu apakah Suzuki GSX150 Bandit tidak bisa dimanfaatkan oleh kaum Obrokman karena tidak obrokable ?

Jawabannya adalah BISA…., tapi dengan syarat :

  • Mendesain ulang gerobaknya agar bagian bawah gerobak tidak mentok di knalpot, atau
  • Mengganti knalpotnya dengan knalpot lain yang posisinya lebih landai sehingga tidak menggangu posisi gerobak.

Sekian review tipis-tipis Suzuki GSX150 Bandit dari Jayapura-Papua.

 

Komentar

comments

Advertisements
Baca Juga :  "Pecicilan" Bersama Honda CRF150L di Jayapura Papua, Suspensinya Mantap.(Test Ride Harian Honda CRF150L-Bag I )

2 tanggapan untuk “100 Kilometer Bersama Suzuki GSX150 BANDIT, Berikut Beberapa Catatannya.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: