Tanpa Harus di Injeksikan,Satria F “katanya” Bisa Lolos Euro 3

satria Figter 1

Berita tentang munculnya motor ini sudah banyak di bahas oleh para blogger senior. Nggak perlu lagi Mas Sayur ikutan membahas peluncurannya.

Kita bercerita saja tentang sebuah pernyataan dari seorang petinggi Suzuki Motor Indonesia,yang isinya seperti judul di atas.

Euro 3 itu apa,to..?   Pasti sudah banyak yang tahu    😉    untuk jelasnya klik TAUTAN INI.

Baca Juga :  Suzuki GSX R150 Resmi Meluncur di Jayapura Papua.

Seperti yang di kutip dari kompas.com :

satria fighter 1_1

Kazumasa Watanabe, Direktur Pelaksana PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) yakin tidak perlu memaksakan satu model menggunakan sistem injeksi hanya untuk memenuhi standar emisi baru (Euro3). 

“Beberapa model Suzuki tidak perlu pindah ke injeksi untuk memenuhi standar Euro3,” jelas Watanabe di Sesetan, Bali, semalam (2/11/2013).Salah satunya adalah Satria FU150, dipastikan tidak akan menggunakan sistem injeksi dalam waktu dekat.

Namun bukan berarti Satria F tidak akan di injeksikan,tetap akan berubah menjadi sistem injeksi .

 

“Peralihan tergantung permintaan pasar,” jelasnya.

“Injeksi itu hanya menstabilkan mesin hidup pertama kali. Memang  bisa menghemat bahan bakar, tapi emisi (Euro3) tewtap bisa dicapai dengan tetap menggunakan karburator,” lanjutnya.

Jadi kesimpulannya,Satria F ini akan di pertahankan tetap karburator paling tidak sampai setahun ke depan IMHO  and correct me if i am wrong.

Advertisements

Comment with your Facebook account

Author: Mas Sayur

18 thoughts on “Tanpa Harus di Injeksikan,Satria F “katanya” Bisa Lolos Euro 3

  1. tapi ada 1 kelemahan yg ga bisa dilakukan karbu,, klo di injeksi kucuran bensin lbh stabil dan bisa mengikuti ritme bukaan gas,, d karbu kan ga,,mungkin benar bisa lolos uero 3 tapi klo motor benar2 dalam keadaan masih sgt baru, klo udh dipake kyknya hanya nyentuh di skitaran eruo 2 n 3 aja,, itu hanya opini pribadi sih, krna klo emang karbu bisa euro 3,, standar eropa ga mesti hrs capek2 bkin regulasi injeksi,,

    1. Bener Mas mottobiker, kalo masih baru bisa Euro 3.
      Kalo udah lama, ataw setelan karbu meleset sedikit aja, ataw spuyernya kegerus, ataw filternya kotor, ataw dipake di pegunungan, dijamin nggak bisa memenuhi Euro 3.
      Saya sih yakin, di masa depan semua motor akan beralih ke injeksi, pertimbangan pabrikan barangkali cuma masalah harga.

      Contoh yg nyata di mobil. Lha sekarang ini semua mobil keluaran baru udah injeksi je, bahkan pickup dan angkot yg keluaran baru udah injeksi semua.

  2. injeksi + DOHC jadi murah pakdhe ongkos serpisnya (harusnya) , mekaniknya hanya ganti oli sama cek rante doang…… :mrgreen:
    apalagi pake tranmisi otomatis alias matic….entu mekanik sambil leyeh2 nyerpisnya karena cuma ganti oli doanggggg ……..
    ketakutan terbesar dari ATPM/ bengkel adalah dg sistem injeksi ini adalah jika konsumen tahu dan faham cara ngopreknya(karena lebih mudah tinggal colok kabel) maka bengkel ga laku pakdhe…….makanya YAMAHA membuat agar motor buatannya tetap tergantung sama bengkel resmi dg berbagai cara termasuk cuma mereset ECUnya harus pake FIDT dan berbagai produk cleaner (dan lagi harga FIDT termurah masih 2,5 jt , itupun ga resmi buatan yamaha)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.