Pengukuran Speedometer Lebih Tinggi Dari Angka Real Atau GPS , Memang Ada Kesepakatannya.

Sobat pembaca sekalian, Akhirnya kembali hadir mengisi blog sederhana ini. Kali ini Mas Sayur ingin menulis tentang perbedaan hasil pengukuran pada speedometer sepeda motor. Yang mana angkanya ternyata selalu lebih tinggi dari angka real atau pengukuran dengan GPS atau alat race logic. (Dari beberapa referensi yang Mas Sayur baca, race logic inilah yang paling akurat pengukurannya). Ketidaksamaan angka tersebut biasa di sebut dengan penyimpangan atau deviasi speedometer kendaraan bermotor. Dan hal itu sudah di ketahui banyak pengguna kendaraan bermotor.

Sebenarnya, hal ini sudah Mas Sayur ketahui sejak lama. Semenjak awal terjun ke dunia blogger di awal tahun 2011 an. Mas Sayur sudah mengetahui jika angka yang ditunjukkan oleh speedometer selalu lebih cepat daripada pengukuran on GPS. Kita tahu, pengukuran kecepatan kendaraan lewat GPS di katakan selalu lebih akurat. Bahkan ketika membaca artikel di TMCblog, jadi makin paham jika angka pengukuran kecepatan dengan GPS sudah tentu akurasinya.

KESEPAKATAN MEMBUAT ANGKA PENGUKURAN SPEEDOMETER LEBIH TINGGI DARI ANGKA REAL.

 

Yang Mas Sayur baru ketahui adalah, bahwasanya memang ada kesepakatan internasional yang menyetujui jika angka speedometer di jadikan lebih tinggi dari angka realnya. Jadi deviasi speedometer memang di sengaja dan di sepakati bersama. Harap di maklumi ya,sob.., mungkin Mas Sayur mainnya kurang jauh atau membacanya kurang banyak,jadi masih terlalu banyak yang belum di ketahui 😊

Baca Juga :  Lebih Detail Tentang Jenis Helm Serta Kelebihan dan Kekurangannya.

Membaca sebuah referensi bacaan DI SINI , faktanya seluruh pabrikan mobil dan sepeda motor di dunia sengaja membuat speedometer dengan setting-an ‘ngaco’ alias tidak benar-benar tepat. Melansir laman The Globe and Mail, seperti di kutip Rabu 9 Oktober 2019, hal tersebut sengaja dilakukan untuk mencegah kecenderungan pengemudi menambah kecepatannya.

Speedometer selalu menunjukkan angka lebih kencang dari laju aslinya. Bukan curang, tapi hal tersebut memang sudah tertuang di dalam International Agreements (kesepakatan global) soal produksi kendaraan,” ujar pakar otomotif asal Kanada, Thomas Tetzlaff.

Di dalam kesepakatan global tersebut, tertulis bahwa angka yang ditampilkan di speedometer haruslah 10 persen plus dua kilometer lebih tinggi dari laju asli kendaraan. Artinya, jika kecepatan sesungguhnya berada di kisaran 90 kilometer per jam, maka yang tampil di speedometer adalah 101 kilometer per jam.

Bahkan di referensi bacaan yang lain, toleransi angka penyimpangan/deviasinya adalah 10%+4.

Contoh: ketika ingin mendapatkan kecepatan real 100 km/ jam ,maka speedometer harus menunjukkan angka 114 km/jam.

Baca Juga :  Marc Marquez Tinggalkan Nomor 93 dan Memakai Nomor 1, Melawan Kutukan (??) Ternyata Hanya Lelucon

TIAP MERK KENDARAAN BERBEDA NILAI PENYIMPANGAN / DEVIASI SPEEDOMETER NYA.

Ada fakta yang di ungkap oleh beberapa komentator di trit tentang hal ini di media sosial. Bahwa tiap merk kendaraan nilai deviasinya berbeda. Dan itu masih di toleransi. Selagi masih mengacu pada rumus kesepakatan tersebut di atas. Jadi deviasi speedometer kendaraan bermotor tiap-tiap merk tidaklah sama.

TUJUAN MENJADIKAN PENGUKURAN SPEEDOMETER LEBIH TINGGI DARI ANGKA REAL.

Di sini akan di jelaskan tujuan dari membuat deviasi speedometer kendaraan bermotor. Supaya tidak di anggap mencurangi konsumen atau di tuduh sebuah pemalsuan, perlu di pahami tujuannya. Menurut Tetzlaff, ‘pemalsuan’ kecepatan di speedometer itu baik untuk psikologi sang pengemudi. Sebab, seperti yang telah di singgung di awal, secara tak sadar mereka akan mengurangi kecepatan dengan berpatok pada angka yang tertera di alat tersebut.

“Karena semua hal yang berkaitan dengan otomotif memang harus di pertimbangkan dengan matang,” kata dia

OPINI PENULIS TENTANG PERBEDAAN PENGUKURAN SPEEDOMETER BERBEDA DENGAN ANGKA REAL.

Pro kontra tentang hal ini ramai di bahas dalam beberapa forum diskusi maupun group otomotif di media sosial. Termasuk beberapa trit yang Mas Sayur ikuti. Secara pribadi Mas Sayur menganggap “pemalsuan” ini “no problem ” . Toh tujuannya baik, menjaga agar laju kendaraan di jalan raya tidak terlalu kencang. Logikanya sederhana saja. Seseorang pasti punya tolok ukur, “jangan sampai melebihi kecepatan segini”, misalnya. Jadi ketika dia sudah mencapai kecepatan itu, pasti dia akan mengurangi kecepatannya.

Baca Juga :  Antara CBR 150 , CB150 dan GL Series, Mana Yang Paling "Enak" Untuk Kuda Beban?

PENCAPAIAN ANGKA SPEEDOMETER FANTASTIS HANYA UNTUK AJANG PAMER.

Opini selanjutnya dari Mas Sayur selaku admin di sini adalah, angka kecepatan di speedometer ini tidak penting penting amat untuk diketahui. Kebanyakan, pencapaian angka speedometer yang fantastis cenderung di gunakan untuk pamer ke publik. Baik via postingan di media sosial maupun via obrolan langsung.

PAMER ANGKA SPEEDOMETER TIDAK PENTING DAN NGGAK NGARUH.

Sebagian lagi pencapaian kecepatan di speedometer di gunakan untuk mengkomparasikan kendaraan A vs B , motor merk A vs Merk B dst. Dan hal itu nggak ngaruh bagi pemakai kendaraan komuter yang hanya digunakan untuk ke kantor, atau ke pasar dan atau pula ke sawah🤭

Baca juga : TOP SPEED HONDA BEAT FI

 

 

Advertisements

Comment with your Facebook account

Author: Mas Sayur

15 thoughts on “Pengukuran Speedometer Lebih Tinggi Dari Angka Real Atau GPS , Memang Ada Kesepakatannya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.