Ketika Mereka Sudah Mulai “Naik Motor ” Sendiri, Piye Perasaan mu ,bro..??

pelajar naik motorYang di maksud di sini adalah,saudara,atau famili atau bahkan anak-anak kita yang beranjak “dewasa” ,sudah mulai berani pergi ke sekolah dengan mengendarai motor sendiri.

Sebagai orang tua yang normal,tentu akan ada perasaan khawatir akan keselamatan anak-anak kita,mengingat jalan raya bukanlah tempat yang bersahabat bagi mereka Β  πŸ™

Namun karena “keadaan” **maaf kalau penulis ikut-ikutan menjadikan keadaan sebagai kambing hitam, faktanya masih ada sebagian masyarakat kita yang harus merelakan anaknya terancam maut di jalan ketika berangkat dan pulang ke sekolah. Mengapa tidak kost saja di dekat sekolah yang bersangkutan..????

Baca Juga :  Astra Motor Papua Gelar Opening Party Honda DBL Papua Series 2017.

Inilah masalahnya,kadang hal yang penulis sebut sebagai “keadaan” dalam paragrap di atas,memaksa sang anak harus pulang ke rumah untuk membantu atau bahkan menopang kehidupan keluarga.

Maaf...jangan di tiru..
Maaf…jangan di tiru..

Ingat bro… Β masih banyak di sekitar kita adik-adik pelajar yang tidak bermalas-malasan dan rajin membantu orang tuanya bekerja. Di lingkungan tempat tinggal penulis saja,yangΒ notabeneΒ mayoritas adalah perantau. Jadi meskipun mereka harus bersekolah jauh dengan membawa motor menembus kemacetan dan keruwetan lalu lintas kota,sore hari nya mereka harus pulang ke rumah untuk membantu usaha kedua orang tuanya,ada yang berjualan makanan,menggelar dagangan di pasar dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Honda Vario 125 Mati Mendadak,Ternyata Ini Penyebabnya.

BOCAH-PENGENDARA1Kembali ke judul…

Ada pula beberapa orang tua yang sudah sangat “percaya” dan tak mempunyai kekhawatiran sama sekali terhadap anaknya ketika berkendara di jalan raya membawa motor.

Walaupun begitu,mereka adalah manusia biasa…tetap saja rasa khawatir itu menghinggapi perasaan setiap orang tua.

Secara pribadi,sebenarnya penulis sering merasa tidak tega melihat anak-anak mengendarai motor sendiri. Bukannya pelit nggak mau memberi mereka,tapi rasanya keselamatan adalah hal utama.

Baca Juga :  9 Hari Operasi Keselamatan Matoa 2019 di Jayapura, Berikut Hasil dan Faktanya.

Bagaimana dengan sampeyan,bro..???

Komentar

comments

Advertisements

35 thoughts on “Ketika Mereka Sudah Mulai “Naik Motor ” Sendiri, Piye Perasaan mu ,bro..??

  • Juni 18, 2014 pada 2:18 pm
    Permalink

    mas…. menyambung artikel di atasini, sy jd pengin nanya gmn kalo yg melanggar lalulintas iu orabg asli papua. apakah jg ditilang apa dibiarin. klo di jogja……. hmmmmm bikin gondok pak pol nya. dibiarin aja

    Balas
  • Juni 18, 2014 pada 2:21 pm
    Permalink

    mas…. menyambung artikel di atasini, sy jd pengin nanya gmn kalo yg melanggar lalulintas iu orabg asli papua. apakah jg ditilang apa dibiarin. klo di jogja……. hmmmmm bikin gondok pak pol nya. dibiarin aja
    o

    Balas
    • Juni 18, 2014 pada 2:36 pm
      Permalink

      Nah…itu dia… siip…
      Begini ,mas dab…
      Selama mereka tertangkap razia besar…nggak ada pengecualian,tapi jika cuma polantas dinas biasa yg lagi tugas di jalan…paling mereka cuma nahan nafas lihat para pelanggar yg sampeyan maksud..

      Balas
  • Juni 18, 2014 pada 2:27 pm
    Permalink

    kalo keadaan memaksa,gimana lagi… lewajiban orang tua memantau, menasehati, dan mengajarkan tentang safety riding. coz fakta dijalan lebih banyak pelajar dan anak anak berkendara tanpa helm. miris liatnya. saya pernah liat accident 2anak kecil mukanya berlumuran darah nabrak tiang listrik

    Balas
  • Juni 18, 2014 pada 2:31 pm
    Permalink

    hmmmmmmm iya gimana ya? 7 tahun lagi
    atau 5 tahun lagi

    Balas
  • Juni 18, 2014 pada 4:09 pm
    Permalink

    Anak saya 3 cowok semua. Dulu, anak2 saya belum saya belikan motor sebelum umurnya 16 tahun dan lulus ujian SIM. Ke sekolah pake jemputan aja (kebetulan perusahaan menyediakan). Trus saya kasih buku UU Lalu Lintas dan petunjuk ujian SIM, saya uji sendiri. Setelah punya SIM, baru saya beliin motor, belum saya lepas solo riding sebelum saya guide beberapa hari di jalan raya dan cara ambil tikungan yg benar. Setelah saya confident baru saya lepas solo riding. Kalo safety gear, sejak kecil udah dibiasakan.

    Alhamdulillah Allah memberikan kami anak2 yg nurut. Dgn penanganan seperti ini, saya confident melepas mereka di jalan raya.

    Btw kalo incident seperti jatuh, dan sedikit lecet2, namanya biker rasanya semua pernah ngalami jatuh.

    Balas
    • Juni 19, 2014 pada 9:32 am
      Permalink

      Sama mas bro. Bapak ane guru SMP. Kelas 6 SD sudah diajari naik motor. Tapi belum dikasih pinjam motor sampe kelas 1 SMA. Kalau lagi dibonceng Bapak pasti diajak godain cewek.. #eh… maksudnya diajarin nikung yang bener gimana, diajarin antisipasi, aturan lalu lintas, dll. Alhamdulillah akhirnya dipercaya juga bawa motor sendiri mulai SMA.

      Balas
      • Juni 19, 2014 pada 10:10 am
        Permalink

        Dan untungnya sampeyan anak penurut…kalau nggak pasti udah pinjem motor orang sana sini πŸ™‚

        Balas

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: