
Repost artikel yang hilang saat perpindahan hosting dua bulan yang lalu.
Tidak Salah PT.AHM memberikan tag line Total Control pada Honda CBR250RR.
Seperti yang di jelaskan oleh Bapak Ronny Natsir selaku Manager Marketing Astra Motor area Papua dan Papua Barat dalam Press Conference peluncuran Honda CBR250RR yang di hadiri para jurnalis di Papua termasuk blogger, bahwa TOTAL CONTROL yang di maksud adalah bahwa Honda CBR250RR ini adalah motor yang “siap” di perlakukan apa saja oleh ridernya,lebih simpelnya total control bisa di artikan bahwa motor ini bisa di control sesuai dengan kemauan ridernya.
Baca Juga : CBR250RR Motor Juara Road Race Asia 250 cc.
Dalam “bahasa blogger” otomotif, Mas Sayur secara pribadi
mengartikan jika TOTAL CONTROL yang di maksud adalah sebuah motor yang easy handling ( mudah dan nyaman di
kendarai), user friendly ( nyaman di kendarai oleh berbagai tipe rider), namun juga powerful dan memiliki power bengis
di putaran atas. CMIIW
Dan pada acara track day Honda CBR250RR yang di adakan oleh Astra Motor Papua di sirkuit Bumi Perkemahan (Buper) Waena Jayapura, Mas Sayur berkesempatan merasakan
sensasi TOTAL CONTROL sang twin cylindre Honda CBR250RR.

Pada acara track day ini,Astra Motor Papua mengundang para pembeli Honda CBR250RR di Jayapura untuk menguji
performa tunggangan baru mereka di sirkuit.
Tak lupa,di hadirkan pula beberapa anggota komunitas motor sport 250 cc twin cylindre dari pabrikan kompetitor.

Kembali ke judul….
Anggaplah ini testimoni pribadi dari Mas Sayur…
Percoyo karepmu,gak percoyo yo uwis…
(Terserah mau percaya atau tidak…)
😗
Handling.
Feeling yang Mas Sayur dapatkan dari beberapa kali putaran
( sekitar 10 kali putaran ) di sirkuit Buper yang pendek,dari
segi handling , Mas Sayur merasakan jika Honda CBR250RR ini adalah motor yang ringan,tidak seperti penampakan
fisiknya yang terlihat kekar berotot dan terkesan berat.
Kesan ringan ini mungkin Mas Sayur dapat karena Mas Sayur
sudah terbiasa membawa motor berat dengan beban yang
super berat kali yakk …? 🤭😁

Saat motor sudah melaju,maka kesan berat itu sama sekali tidak ada,ini terasa seperti membawa motor sport fairing 150 cc.
Oke…kita batasi pembahasan kita hanya pada soal handling..
Tak perlu membahas soal power mesin apalagi soal top speed.
Top speed sudah banyak di bahas teman blogger yang lain.
Lagi pula,di Jayapura tidak terdapat sirkuit yang bisa digunakan untuk mengail top speed.
Dan alasan yang terakhir adalah,Mas Sayur nggak berani ngebut,bro….
Wkwkwkwk.. 
Maafkan admin mu yang ndeso ini, sodara sodari sekalian..
😁😁
Kembali ke soal handling …
Pengereman.
Pengeremannya gimana,mas ?
Weleh….wis ora perlu di ragukan lagi…
Kebetulan unit yang Mas Sayur test adalah tipe ABS,jadi pengereman mendadak pun terasa mental mentul.
( berdenyut dengan frekuensi teratur) pada handle rem pertanda sistem ABS bekerja mencegah roda terkunci dan
menghindari motor jatuh karena roda mengunci saat rem mendadak.)
Apalagi,ya…?

Riding Mode.
Naah…riding mode…
Mode Comfort.
Mengaktifkan mode comfort adalah pilihan terbaik bagi biker penakut seperti Mas Sayur…
😂😂
Suara mesin halus,hentakan lembut serasa naik CBR150.
Mode Sport dan Sport +
Mode SPORT dan SPORT + adalah pilihan bagi merekavmereka yang suka ngebut.
Saat mode SPORT + di aktifkan , RPM langsung meninggi,agresifitas mesin meningkat dan akselerasi nya pun
garang.
Sebagai penutup , terkait dengan user friendly di atas,Mas
Sayur kepingin menyampaikan pula jika ternyata sudah ada
teman yang membuktikan jika Honda CBR250RR benar User Friendly…, mempunyai fitur tak terduga yang sangat
membantu penggunanya dari kalangan pedagang…

Pokoke friendly to bakul…, dari bakul pastry dan mudah
mudahan sampai ke bakul kangkung…
???
Salam dari Jayapura.







Wih mantab.. Coba mudikday mesthi lebih jozz kang. https://lintangcruisers.wordpress.com/2017/07/07/pengalaman-mudik-2017-bareng-byson-berkarburator-jahat/