“Touring” Pertamamu Kemana, Bro ?

ZonaMotor.NETSobat bikers dan pembaca yang budiman dimanapun anda berada, kali ini Mas Sayur berusaha mengorek masa lalu. Masa lalu saat awal mula pertama mulai menyukai dunia naik motor dan akrab dengan perjalanan jauh mengendarai motor.

Yuuup….karena Mas Sayur sendiri tumbuh dalam keluarga kebanyakan di kampung yang mempunyai motor saja sudah sangat bersyukur waktu itu, jadi pada akhirnya pergi kemana-manapun lebih sering dan lebih senang berkendara motor dibandingkan naik angkutan umum yang terkesan lama dan jujur saja Mas Sayur muda dulu nggak betah berada di dalam “kotak berjalan” (baca: mobil, maklum waktu itu mobil kebanyakan adalah Mitsubishi Colt T120 jadul tahun 80-an dan atau Toyota Hi-Ace šŸ˜€, yang bentuknya memang kayak kotak berjalan ).

Awal cerita, Mas Sayur mulai belajar naik motor sekitar kelas 2 SMP, menggunakan Suzuki RC 100 Spirit tahun 88 milik kakek, saat SMA sudah berani bawa motor saat kelas 2 menggunakan Suzuki Tornado GS110 dan saat lulus sudah berani “mengukur jalan” kesana kemari dengan Suzuki Shogun FD110 tahun 1996 alias Shogun kebo yang legendaris dengan CDI unlimiternya itu. Jadi boleh dikatakan jika Mas Sayur dulu adalah FBS Akut…. šŸ˜

Baca Juga :  Satu Darah MC, Juga sudah Sampai di Jayapura...

Singkat cerita, pada tahun 1997 Mas Sayur mendapatkan ajakan dari seorang teman untuk Touring ke Bali menggunakan Yamaha Cripton keluaran 1997 yang masih kinyis-kinyis. Tanpa pikir panjang tawaran itu diterima dengan senang hati. Ini sebenarnya kurang tepat jika dikatakan touring v, lebih tepat jika dikatakan, pergi jarak jauh dengan naik motor šŸ˜.

Yamaha Crypton 1997
Pict : google

Berangkatlah kami berdua start dari sebuah kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur menuju Denpasar Bali dengan bekal uang pas Pasan namun diperkirakan tidak akan kekurangan. Bensin waktu itu sekitar 2500 Rupiah per liter kalau nggak salah… (Tahun 1997, sesaat sebelum Krisis Moneter melanda negeri ini ) *Tolong dikoreksi jika salah .

Belum pernah ke Bali dan tanpa panduan GPS (GPS kala itu barang mewah dan belum ada HP Android, jangankan android , hp GSM monoponik saja Mas Sayur nggak punya waktu itu šŸ¤­), hanya bermodal nekat dan feeling serta rajin membaca tanda petunjuk arah serta modal andalan GPS (Gunakan Penduduk Sekitar) alias bertanya, pada akhirnya Mas Sayur sampai juga di Pantai Kuta pada suatu Pagi di bulan Juni tahun 1997.

Pict : google

Waktu itu, perjalanan dari Jember ke Denpasar yang jaraknya lebih dari 300 kilometer ditempuh dalam waktu sekitar 8 jam plus naik kapal feri di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk . Dan menghabiskan bensin sekitar 8 liter bensin dengan perincian mengisi full tank 2 kali, (kapasitas tangki bensin Yamaha Crypton 3,5 liter) , Pertama ngisi di Jember, kedua ngisi di Negara , Bali dan ketiga ketika sudah di Denpasar Kota.

Baca Juga :  Honda CB 150 Streetfire,Beberapa Penyesalanku atas kemunculannya

Kesannya apa ?

Touring pertama itu sangat menyenangkan, ada semacam kebanggaan telah berhasil menempuh jarak ratusan kilometer dengan naik motor, nyetir sendiri yang umumnya jarak sehitu jauhnya biasanya ditempuh dengan naik bus.

Kesan kedua adalah tentang motor yang dibawa.

Yamaha Crypton adalah motor bebek 4 tak pertama Yamaha di Indonesia, dengan kubikasi 105 cc yang punya tekhnologi Balance Engine (mesin bebas getaran) , katanya sich…. šŸ¤­

Faktanya memang mesin Yamaha Crypton itu halus, tapi dengan kubikasi 105 cc , tipe mesin overstoke yang agresif di putaran bawah, Yamaha Crypton enak buat “tarik-tarikan” , akselerasi nya dapet dan mudah dipakai wheelie. Tetapi pada putaran mesin tinggi, jangan berharap banyak dech…., Lari 90 km/jam saja sudah sangat ngoyo dan roda terasa geal-geol alias limbung karena efek bodi yang ringan…., Jadi tenaganya nggak jauh beda dengan Honda C100 yang waktu itu sangat populer (Honda Grand Astrea maksudnya, Supra 100 belum lahir , baru lahir beberapa bulan setelahnya).

Baca Juga :  Cerita tentang Bensin 'Botolan' .. (lagi..)

Setelah touring pertama tersebut, selanjutnya Mas Sayur jadi bahwa jarak 300 kilometer itu dekat, dan jadi sering wara-wiri Jember- Denpasar sampai Mas Sayur berkeluarga dan memiliki momongan…

Salah satu ceritanya adalah dibawah ini..

 

 

 

Advertisements

6 tanggapan untuk ““Touring” Pertamamu Kemana, Bro ?

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: