<div class="wpcnt">
			<div class="wpa">
				<span class="wpa-about">Iklan</span>
				<div class="u top_amp">
							<amp-ad width="300" height="265"
		 type="pubmine"
		 data-siteid="126917133"
		 data-section="1">
		</amp-ad>
				</div>
			</div>
		</div><p><em>ZonaMotor.NET</em> &#8211; <em>Mas bro&#8230;.</em>bagi sampeyan yang mengalami masa muda di era tahun 90-an, tentu tidak asing dengan Suzuki RC Series. Suzuki RC Series adalah sepeda motor jenis bebek (Cub) produksi Suzuki yang dipasarkan di Indonesia sebagai penerus dari Suzuki FR series (FR70 dan FR80).</p>
<p>Suzuki RC Series memiliki mesin 2 langkah , yang lebih mengutamakan performa mesin. Pada masa itu di Indonesia sepeda motor Jepang bermesin 4 langkah hanya ada Honda C Series yang mengutamakan efisiensi bahan bakar.</p>
<p>Ada satu yang menjadi ciri khas dari mesin Suzuki RC Series, yakni Tulisan Jet Cooled yang selalu menempel di cover mesin sebelah kiri , baik mesin RC80 ataupun RC100.</p>
<p>Apaan sich sebenarnya <em>Jet Cooled</em> ?</p>
<p><em>Jet Cooled</em> adalah paten penamaan tekhnologi pendinginan mesin sepeda motor Suzuki yang saat itu tidak dimiliki oleh sepeda motor merk lain, cara kerjanya adalah menyemprotkan oli dibagian bawah piston untuk membantu pendinginan piston.</p>
<p>Suzuki RC Series yang pertama diproduksi adalah Suzuki RC80 pada tahun 1982, dengan desain bodi didominasi desain mengkotak, namun pada masa itu desain bodi Suzuki RC Series terlihat paling elegan dibandingkan kompetitor yang ada, yakni Yamaha V80 Robot dan Honda Astrea 800.</p>
<p>Desain bodi Suzuki RC Series tidak mengalami perubahan berarti selama eksistensinya, hanya ketika Suzuki RC100 diproduksi ada satu perubahan yakni desain lampu seinnya yang berubah dari bentuk kotak menjadi lebih elegan mengikuti bentuk headlamp, selebihnya desainnya sama sampai namanya berubah menjadi Suzuki Bravo yang diproduksi hingga tahun 2002.</p>
<p><strong>Suzuki RC80.</strong></p>
<p><a href="https://zonamotor.net/2019/03/11/mengenang-suzuki-rc-series-motor-bebek-suzuki-yang-legendaris/2/" target="_blank" rel="noopener"><em><strong>NEXT PAGE >;>;>;>;>;>;>;>;>;>;</strong></em></a></p>
<p><!--nextpage--></p>
<figure id="attachment_24562" aria-describedby="caption-attachment-24562" style="width: 719px" class="wp-caption alignleft"><img class="wp-image-24562 size-full" src="https://zonamotor.net/wp-content/uploads/2019/03/iklan-Suzuki.RC100.png" alt="" width="719" height="909" /><figcaption id="caption-attachment-24562" class="wp-caption-text">Sumber gambar terlampir</figcaption></figure>
<p> ;</p>
<p><strong>SUZUKI RC80</strong></p>
<p><img class="aligncenter size-large wp-image-21070" src="https://zonamotor.net/wp-content/uploads/2019/03/Screenshot_20190304-1939082-1024x791.png" alt="" width="800" height="618" /></p>
<p>Suzuki RC80 dipasarkan Suzuki di Indonesia dalam kurun waktu dari 1982 &#8211; 1986.</p>
<p>Spesifikasi Suzuki RC80 :</p>
<p>2-stroke, reed valve, JetCooled<br />
Kapasitas mesin: 79 cc (80)<br />
Cylinder: 1, rebah<br />
Bore x stroke: 47 x 46 mm<br />
Karburator: Mikuni VM 16SH<br />
&#8211; Main jet: 95<br />
&#8211; Pilot jet: 22,5<br />
Transmisi: 4-speed<br />
(N-1-2-3-4)<br />
Clutch (kopling): wet, PECS, semi automatic<br />
Starter: electric dan kick<br />
Jarak ke tanah: 126 mm<br />
Tangki bbm: 4.5 liter<br />
Berat: 81 kg<br />
Suspensi:<br />
&#8211; depan: semi telescopic<br />
&#8211; belakang: swingarm, double shock<br />
Ban:<br />
&#8211; depan: 2.25-17&#8243;<br />
&#8211; belakang: 2.50-17&#8243;<br />
Rem:<br />
&#8211; depan: drum (tromol)<br />
&#8211; belakang: drum (tromol)</p>
<p> ;</p>
<p><strong>Suzuki RC100</strong></p>
<p><img class="aligncenter size-large wp-image-21076" src="https://zonamotor.net/wp-content/uploads/2019/03/Screenshot_20190310-1340412-1024x675.png" alt="" width="800" height="527" /></p><div class="f29f60cc4aa3bd9178e3edf8e8b15378" data-index="2" style="float: none; margin:300px 0 300px 0; text-align:center;">
<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> 
<!-- in article bakul kangkung 3 --> 
<ins class="adsbygoogle" 
 style="display:block" 
 data-ad-client="ca-pub-8846700859688899" 
 data-ad-slot="9133788950" 
 data-ad-format="auto"></ins> 
<script> 
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); 
</script>
</div>

<p> ;</p>
<p>Suzuki RC100 mengaspal di tanah air selama hampir 2 dekade, yakni pada masa 1986 hingga 2002 dengan beberapa varian :</p>
<ul>
<li>Suzuki RC100 (1986-1994), termasuk RC100 Spirit yang pertama diproduksi pada tahun 1988.</li>
<li>Suzuki RC100 Sprinter (1989-1991).</li>
<li>Suzuki Bravo, Facelifted. (1994-2002)</li>
</ul>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-21071" src="https://zonamotor.net/wp-content/uploads/2019/03/Screenshot_20190304-1941082.png" alt="" width="974" height="852" /></p>
<p>Spesifikasi Suzuki RC100 :</p>
<p>JetCooled, Reed Valve<br />
Kapasitas mesin: 99,6 cc (100)<br />
Cylinder: 1, rebah<br />
Bore x stroke: 52,5 x 46 mm<br />
Max. power: 8,1 hp @ 6500 rpm<br />
Max. torsi: 1.58 kg.m @ 5500 rpm<br />
Karburator: Mikuni VM 16SH<br />
Transmisi: 4-speed (N-1-2-3-4)<br />
Clucth: wet, semi-automatic, PECS<br />
Pengapian: CDI<br />
Battery: 6v-5Ah<br />
Starter: electric dan kick<br />
Dimensi:<br />
Panjang x lebar x tinggi: 1860 x 650 x 1030 mm<br />
Pelumasan 2T: Suzuki CCI<br />
Pelumasan mesin: SAE 20-50, 0,9 liter<br />
Tangki bbm: 4,5 liter<br />
Berat: 81 kg<br />
Suspensi:<br />
&#8211; depan: semi telescopic<br />
&#8211; belakang: swingarm, double shock<br />
Ban:<br />
&#8211; depan: 2.25-17&#8243;<br />
&#8211; belakang: 2.50-17&#8243;<br />
Rem:<br />
&#8211; depan: drum (tromol)<br />
&#8211; belakang: drum (tromol)</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-21077" src="https://zonamotor.net/wp-content/uploads/2019/03/images-1.jpeg" alt="" width="313" height="320" /></p>
<p>Spesifikasi mesin dan rangka Suzuki RC100 tetap bertahan dan digunakan Suzuki sejak 1986 hingga 2002, perubahan yang dilakukan Suzuki hanya sekedar minor change semacam ganti warna mesin, ganti warna sayap, ganti striping dan ganti nama (dari RC100 lalu RC100 Spirit dan terakhir Suzuki Bravo).</p>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="C3pHOMwqOL"><p><a href="https://zonamotor.net/2013/02/08/mengenang-nenek-moyang-suzuki-satria-fu/">Mengenang Nenek Moyang Suzuki Satria FU</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" style="position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);" title="&#8220;Mengenang Nenek Moyang Suzuki Satria FU&#8221; &#8212; Zona Motor [dot] net" src="https://zonamotor.net/2013/02/08/mengenang-nenek-moyang-suzuki-satria-fu/embed/#?secret=C3pHOMwqOL" data-secret="C3pHOMwqOL" width="600" height="338" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p> ;</p>
<p>Akan tetapi mesin RC100 yang legendaris ini tak hanya dipakai pada Suzuki RC Series saja, pada era 1989 hingga 1991 ada Suzuki Sprinter yang merupakan varian Ayam Jago pertama Suzuki dan merupakan nenek moyang Satria FU juga menggunakan mesin RC100.</p>
<p> ;</p>
<p>Tercatat pula ada Suzuki Crystal 110 yang menggunakan mesin RC110 yang telah mengalami upgrade menjadi 110 cc.</p>
<p>Tahun 1994 tercatat pula ada Suzuki Tornado GX100 yang memakai mesin RC100 dan pada tahun yang sama ada Suzuki Tornado GS110 yang memakai mesin Suzuki Crystal sebagai bebek balap andalan Suzuki di ajang Road Race pasar Senggol yang kala itu sangat rame peminat.</p>
<p>Demikian sedikit kisah Suzuki RC Series yang sempat admin ingat, mohon koreksinya jika ada kesalahan dan kekurangan.</p>
<p> ;</p>
<!--CusAds0-->
<div style="font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;"></div>
<!-- WP QUADS Content Ad Plugin v. 3.0.3 -->
<div class="quads-location quads-ad1" id="quads-ad1" style="float:none;margin:0px;">

</div>


Mengenang Suzuki RC Series, Motor Bebek Suzuki Yang Legendaris.

