Yang Tua dan Masih Diberdayakan.

Pulang kampung…,  sekian tahun di tanah perantauan banyak perubahan dalam berbagai hal yang admin saksikan di lingkungan sekitar kampung halaman . Tentu saja ada yang positif dan ada yang negatif. Kendaraan roda dua lawas alias motor tua banyak berkeliaran di sudut-sudut desa. Tak di sangka, sering ketemu dengan motor tua butut Suzuki yang dealernya sudah mulai menghilang.

Penampakannya klik DI SINI.

Motor Yang Tua dan Masih Diberdayakan.

Mari mempersempit pembahasan  ke dalam hal persepedamotoran. Kita sesuai dengan tema blog ini. Ketika kembali ke tanah kelahiran setelah sekitar 12 tahun di tanah rantau, penampakan motor di jalanan kampung sudah makin banyak. Seiring dengan meningkatnya kualitas jalan di kampung,yang dulu masih jalan tanah, kini sudah aspal hot mix. Aspal yang halus dan mulus sehalus pipi si Ani  lintasan sirkuit 🤭

Baca juga : Suzuki RC Series Dari Masa ke Masa.

Penampakan Motor Tua Butut Yang Masih Perkasa.

Motor – Motor Tua Yang Masih Perkasa.

Banyak berkeliaran di jalanan kampung. Motormotor tua yang masih berkeliaran di jalanan, dan masuk di jalanan persawahan. Warrga  menggunakan motor sebagai “pengganti sepeda”, sebagai angkutan hasil pertanian. Juga pengangkut alat pertanian. Serta beragam aktifitas khas warga pedesaan yang lain seperti mencari rumput atau sekedar jalan ke warung ataupun antar jemput anak ke sekolah.

Baca Juga :  Astra Motor Papua Menggelar Honda Premium Matic Day.

Suzuki Thunder 125 Yang Identik Dengan Penjual Bensin Eceran.

(Gambar terlampir adalah beberapa penampakan motor tua butut Suzuki di desa admin).

Hampir sebulan ada di kampung halaman, nampaknya tetangga kanan kiri dan juga tetangga kampung yang berjualan bensin eceran, terpaksa merasakan imbas aturan tidak di perbolehkan membeli bensin di SPBU menggunakan jirigen.

Solusinya adalah beli Thunder 125. Mengapa harus Thunder 125 ? Karena harganya Murah, Kapasitas bensin di tangkinya 16 liter (jika di modifikasi tangkinya, bisa menerapkan ungkapan, DIAM BERDEBU, BERGERAK MENGURAS SPBU ) 😂 .

ANTARA MOTOR TUA DAN GUYONAN SEMUA AKAN MATIC PADA WAKTUNYA.

Nggak perlu di jelaskan panjang lebar untuk hal ini, karena manusia normal akan menganut prinsip “kalau ada yang mudah,kenapa pilih yang susah ? “. 😁 Kalau ada yang sebaliknya berarti orang yang kurang normal atau memiliki motivasi tertentu 🤭

Baca juga : 👇

Motor Butut dan permasalahannya

 

 

Pulang kampung…,  sekian tahun di tanah perantauan banyak perubahan dalam berbagai hal yang admin saksikan di lingkungan sekitar kampung halaman . Tentu saja ada yang positif dan ada yang negatif. Kendaraan roda dua lawas alias motor tua banyak berkeliaran di sudut-sudut desa. Tak di sangka, sering ketemu dengan motor tua butut Suzuki yang dealernya sudah mulai menghilang.

Baca Juga :  Kira-Kira,Ditilang Atau Tidak,ya ? ?

 

Penampakannya klik DI SINI.

Motor Yang Tua dan Masih Diberdayakan.

Mari mempersempit pembahasan  ke dalam hal persepedamotoran. Kita sesuai dengan tema blog ini. Ketika kembali ke tanah kelahiran setelah sekitar 12 tahun di tanah rantau, penampakan motor di jalanan kampung sudah makin banyak. Seiring dengan meningkatnya kualitas jalan di kampung,yang dulu masih jalan tanah, kini sudah aspal hot mix. Aspal yang halus dan mulus sehalus pipi si Ani  lintasan sirkuit 🤭

 

Baca juga : Suzuki RC Series Dari Masa ke Masa.

 

 

Penampakan Motor Tua Butut Yang Masih Perkasa.

Motor – Motor Tua Yang Masih Perkasa.

Banyak berkeliaran di jalanan kampung. Motor -motor tua yang masih berkeliaran di jalanan, dan masuk di jalanan persawahan. Warrga  menggunakan motor sebagai “pengganti sepeda”, sebagai angkutan hasil pertanian. Juga pengangkut alat pertanian. Serta beragam aktifitas khas warga pedesaan yang lain seperti mencari rumput atau sekedar jalan ke warung ataupun antar jemput anak ke sekolah.

Baca Juga :  Yamaha Indonesia Apresiasi "Daddy Rossi" Bocah NTT Peniru Komentator MotoGP.

 

Suzuki Thunder 125 Yang Identik Dengan Penjual Bensin Eceran.

 

(Gambar terlampir adalah beberapa penampakan motor tua butut Suzuki di desa admin).

 

Hampir sebulan ada di kampung halaman, nampaknya tetangga kanan kiri dan juga tetangga kampung yang berjualan bensin eceran, terpaksa merasakan imbas aturan tidak di perbolehkan membeli bensin di SPBU menggunakan jirigen.

 

Solusinya adalah beli Thunder 125. Mengapa harus Thunder 125 ? Karena harganya Murah, Kapasitas bensin di tangkinya 16 liter (jika di modifikasi tangkinya, bisa menerapkan ungkapan, DIAM BERDEBU, BERGERAK MENGURAS SPBU ) 😂 .

 

ANTARA MOTOR TUA DAN GUYONAN SEMUA AKAN MATIC PADA WAKTUNYA.

 

Nggak perlu di jelaskan panjang lebar untuk hal ini, karena manusia normal akan menganut prinsip “kalau ada yang mudah,kenapa pilih yang susah ? “. 😁 Kalau ada yang sebaliknya berarti orang yang kurang normal atau memiliki motivasi tertentu 🤭

 

Baca juga : 👇

 

Motor Butut dan permasalahannya

 

 

 

 

Advertisements

Comment with your Facebook account

Author: Mas Sayur

1 thought on “Yang Tua dan Masih Diberdayakan.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.