Baksos Jayapura Trail Community (JTC) di Kampung Sapari, Destinasi Wisata Yang Masih “Perawan” di Distrik Depapre Kabupaten Sentani.

ZonaMotor.NET -Sobat pembaca dimanapun anda berada, kali ini Mas Sayur akan membawa berita tentang Komunitas Motor Trail di Jayapura yang melakukan Bakti Sosial di sebuah perkampungan di pedalaman Jayapura yang masih belum terjangkau sarana transportasi umum. Jayapura Trail Community (JTC) adalah wadah berkumpulnya para rider trabas di kota Jayapura yang punya hobi main lumpur dan motor-motoran menembus jalur hutan belantara di seputaran kota Jayapura, bahkan JTC ini pernah mengikuti perjalanan Ring of Fire nya om Youk Tanzil menempuh perjalanan darat 4 hari 4 malam dari Jayapura ke Wamena dan sebaliknya melewati jalur yang masih belum 100% beraspal.

Jadi ceritanya pada hari Minggu 16 Desember 2018, puluhan member komunitas motor trail di Jayapura mulai dari JTC, KTC, ATCS, GTT Papua, Trekker Keerom, GAWAT , MTC , Dotukora, RD , 207 NL, Sindikat Supermoto berangkat dari Jayapura menuju Kampung Sapari di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura.

Rute yang ditempuh adalah jalur jalan beraspal dari Jayapura ke Sentani ( sekitar 25 km), lalu lanjut ke Distrik Depapre (sekitar 10 km). Dari Depapre masih berlanjut dengan jalan beraspal menuju sebuah tempat bernama Dormena. Dan di Dormena inilah ujung dari jalanan beraspal. Rute ke tempat tujuan yang harus ditempuh selanjutnya masih sekitar 4 kilometer menuju Kampung Sapari atau disebut juga Kampung Yongsu Besar dimana jalan yang dilalui adalah Medan off road yang hanya bisa ditempuh oleh kendaraan 4 WD dan atau Motor trail.

Ketum JTC Ikhram Nurachman di kediamannya di Bhayangkara Dok V kepada Zona motor.NET menyatakan jika misi utama dari acara baksos ini adalah memberikan bantuan sembako dan bingkisan Natal untuk anak-anak di Kampung Sapari (Yongsu Besar). Selain itu, JTC juga berencana merintis jalan darat dari Kampung Yongsu Besar ke Yongsu Kecil sejauh sekitar 4 kilometer yang saat ini baru bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Kita punya rencana bikin jalan ke Yongsu Kecil, jalan perintis saja yang penting motor biasa bisa lewat sehingga membantu warga membawa hasil panennya ke pasar yang ada di Distrik Depapre“, ujar Pak Ikhram.

For Your Information, selama ini proses pengangkutan hasil kebun dari Kampung Sapari ke Depapre masih terkendala infrastruktur jalan yang hanya bisa ditempuh oleh mobil 4WD, selain itu kendala lainnya adalah dikampung tersebut hanya ada 2 unit mobil 4WD yang melayani pengangkutan hasil kebun,intinya selain infrastruktur jalan, sarana transportasi masih sangat minim.

Mereka itu kalau panen membawa hasil kebunnya ke Depapre melalui jalur laut, mas… Kendalanya kalau musim hujan dan ombak besar pengiriman jadi terlambat. Lalu di kampung Sapari hanya ada 2 mobil dobel gardan yang dipakai buat angkut barang, padahal hasil panen seorang petani saja sudah lebih dari satu mobil, jadi mobil pengangkutnya yang kurang“, lanjut Pak Ikhram.

 

Selanjutnya Pak Ikhram menyatakan jika warga kampung Sapari menerima dengan senang hati atas adanya Baksos ini.

“Mereka sangat senang sekali dan well come dengan Baksos kita, kareba selama ini belum ada baksos ke tempat ini dan Kepala Kampung sangat berharap hal seperti ini bisa ada lagi dalam bentuk pelayanan kesehatan dll “, tambah Pak Ikhram.

 

Punya Potensi Wisata Yang Masih Sangat Perawan.

Sebagai tempat yang belum banyak terjamah tangan-tangan jahil, Kampung Sapari mempunyai potensi Wisata yang menjanjikan.

Selain pantai berbatu, sungai arus deras sangat asyik dipakai untuk wisata arung jeram.

Silahkan dinikmati galeri gambar pantai dan sungai di kampung Sapari berikut ini.

 

Selain itu agrowisata pun sangat berpotensi dikembangkan dikampung ini , buah-buahan lokal asli kampung Sapari seperti mangga, durian dan langsat bisa menjadi komoditas yang jika dimanage dengan benar akan bisa meningkatkan taraf hidup warga kampung.

Komentar

comments

Advertisements

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: