Charger Smartphone di Sepeda Motor Matic, Seberapa Urgen,sich ?

ZonaMotor.NET – Sobat pembaca sekalian, selamat beraktifitas dan jangan lupa tetap patuhi protokoler kesehatan dengan menerapkan 3M (Menjaga jarak, Memakai Masker dan sering Mencuci tangan) , untuk menghindari kemungkinan terpapar virus penyebab pandemi yang saat ini belum berakhir dan semoga senantiasa dalam lindungan Allah Subhanallahu wa Ta’ala, Aamiin.

Kali ini Mas Sayur ingin mengeluarkan uneg-uneg soal slot charger smartphone yang ada di skuter matik.

Kita semua tau lah,ya.. pengaplikasian slot charger smartphone pada varian sepeda motor skutik di tanah air sudah semakin merata, seiring dengan gaya hidup masyarakat yang tak bisa lepas dari smartphone, maka “mobile charger” yang melekat dengan kendaraan seolah sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat kita.

To the point aja lah bro,ya…

Tengok saja sendiri, 2 pabrikan sepeda motor besar di tanah sudah mengaplikasikan charger smartphone di varian skutiknya. Bahkan satu varian motor bebek juga memiliki slot charger smartphone.

Baca Juga :  Pererat Silaturahmi Dengan Komunitas Motor Honda,Astra Motor Papua Adakan Bikers Camp.

Seberapa perlu sich sebenarnya charger smartphone di sepeda motor ?

Opini pribadi penulis,sich… Charger smartphone di sepeda motor itu lebih bersifat ke kedaruratan alias penolong disaat emergency. Bukanlah kebutuhan pokok pengguna smartphone untuk ngecas hp di motor.

Hari gini, disaat kapasitas baterai smartphone sudah lebih dari 5000 mAH , untuk penggunaan smartphone yang normal,maka seorang pemotor sekaligus pengguna smartphone akan sangat kecil kemungkinan kehabisan daya baterai hp nya dalam sekali perjalanan komuter pergi dan pulang bekerja.

Kedaruratan alias emergency yang penulis maksud di paragraf diatas adalah adanya kejadian tak terduga yang menyebabkan disaat pengguna smartphone hendak berangkat beraktifitas, daya baterai smartphone nya sudah hampir habis. Bisa karena lupa ngecas di malam harinya, bisa juga karena keteledoran yang lain. Dan hal ini sudah diantisipasi oleh pabrikan smartphone, dengan adanya fitur fast charging yang memungkinkan pengecasan berlangsung singkat saja.

Baca Juga :  Kesan Pertama Tentang Suzuki GSX150 Bandit.

Kedaruratan yang lain bisa jadi seorang penghobi touring jarak jauh atau trabaser di hutan atau gunung yang berpotensi kehabisan daya baterai smartphone ditengah aktifitasnya , dalam kondisi seperti ini jelas slot charger smartphone di sepeda motor berfungsi maksimal. Tapi peturing jarak jauh dan tukang trabas hutan kan jarang yang pake motor matik ? 🤔 Kalau peturing jarak jauh sich bisa dan banyak yang menggunakan motor matik, tapi tukang trabas di hutan dan gunung ? 🤔 , Sepertinya tidak ada yang menggunakan motor matik.

Baca Juga :  Akhirnya YIMM "sedikit" Buka Suara Tentang Yamaha R 15

Lagi pula, rasanya sangat jarang pemotor yang mempunyai benar-benar berniat mengecas hp nya di motor, dalam artian 100% mengandalkan charger di sepeda motor untuk mendukung pengisian daya smartphone nya 😊

Lalu buat apa dong pabrikan capek capek mengaplikasikan charger smartphone di motor ?

Opini pribadi (lagi), ini “bahasa marketing”, bro… ” Perang fitur” dalam koridor persaingan bisnis yang sehat. Dan tentu ini sah-sah saja 😊

Yaaah….,semua coretan tulisan diatas hanya opini pribadi penulis, jika salah ya, monggo dikoreksi.

Salam dari Jayapura.

 

Pict : google

Advertisements

Comment with your Facebook account

Author: Mas Sayur

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.