Beberapa Hal Yang Perlu Diperhatikan Untuk Menjaga Keawetan Shockbreaker Motor Kesayanganmu.

Shockbreaker … , pasti tau lah…

Fungsinya sesuai namanya, yakni peredam kejut. Meredam guncangan yang terjadi saat kendaraan melalui jalan yang tidak rata.


Salah satu indikator yang menentukan keamanan dalam berkendara adalah memastikan kondisi shockbreaker berfungsi baik.

Dalam hal ini, ada delapan tips yang penting untuk Anda terapkan, di antaranya:

1. Hindari Bawa Beban di Luar Batas Maksimum.


Terlalu sering membawa beban di luar batas maksimum akan membuat shockbreaker menjadi cepat aus.

Tentang batas maksimum kekuatan shockbreaker akan dibahas di artikel tersendiri. Nantikan, ya.. 😊

Shockbreaker harus bekerja lebih keras ketika beban yang diberikan melebihi batas. Akibatnya, komponen ini akan lebih cepat rusak dan performanya menurun.

2. Hindari Berkendara di Jalan Rusak.


Jalanan rusak dan berlubang adalah salah satu penyebab lain yang membuat shockbreaker motor cepat rusak. Kondisi jalanan yang tidak rata hanya akan memberikan tekanan berlebih pada motor, membuatnya juga lebih cepat aus.

Apabila terpaksa harus melewati jalanan tersebut, usahakan untuk tidak melaju dalam kecepatan tinggi. Ini akan membantu mengurangi risiko benturan yang dapat merusak komponen shockbreaker.



3. Bersihkan Shockbreaker secara Berkala.


Menjaga keawetan shockbreaker membutuhkan perawatan rutin secara berkala. Jika motor sering melewati daerah yang berlumpur atau berdebu, maka shockbreaker perlu dibersihkan lebih ekstra.

Caranya, gunakan air bersih dan sabun cuci motor yang sesuai. Pastikan tidak ada kotoran atau debu yang tertinggal sehingga kualitas shockbreaker akan tetap terjaga.



4. Ganti Oli secara Rutin.


Mengingat fungsi dari oli shockbreaker yang bisa meredam getaran, oli harus diganti secara rutin untuk memastikan performanya tidak menurun. Disarankan penggantian oli dilakukan setiap 1 tahun sekali atau dalam jangka 15.000 km.

Gunakan jenis oli yang sesuai dengan tipe motor Anda atau ikuti rekomendasi dari servis maupun pabrikan. Penggantian oli yang tidak sesuai hanya akan mengurangi kinerja shockbreaker.



5. Perhatikan Kebiasaan Mengemudi.


Banyak pengendara yang tidak menyadari jika kebiasaan mengemudi juga bisa mengakibatkan shockbreaker motor mengalami kerusakan.


Kebiasaan mengemudi seperti rem mendadak, mengebut di jalan yang tidak rata, dan mengambil manuver tiba-tiba harus dihindari sebisa mungkin.

Kebiasaan seperti ini membuat shockbreaker mengalami tekanan berlebih yang bisa mengurangi tingkat keawetan.



6. Pakai Penutup Shockbreaker.


Shockbreaker sebenarnya memiliki penutup yang bisa digunakan sebagai pelindung. Jika motor sedang tidak dipakai dalam kurun waktu tertentu, gunakan penutup tersebut untuk melindungi komponen dari debu dan terik matahari, terutama bila diparkir di luar.



7. Aplikasikan Pelumas.


Bagian shockbreaker yang bergerak perlu dilapisi dengan pelumas. Gunakan pelumas khusus yang direkomendasikan oleh pabrikan untuk shockbreaker. Dengan begitu, kondisi shockbreaker akan dipastikan lebih awet.



8. Lakukan Pengecekan Berkala.


Penting pula untuk melakukan pengecekan secara berkala pada shockbreaker untuk menghindari adanya tanda-tanda kerusakan. Perhatikan apakah shockbreaker mengalami kebocoran oli atau terdengar bunyi keras ketika berkendara.

Apabila ada tanda-tanda tersebut, besar kemungkinan shockbreaker mengalami masalah dan Anda perlu membawanya ke servis untuk perbaikan atau penggantian komponen.

Advertisements

Author: Mas Sayur