Sobat pembaca sekalian, pernah dengar kan kasus mesin motor yang olinya tercampur air radiator / Coolant ?
Tidak banyak kasusnya tapi pasti pernah terjadi, atau bisa jadi mungkin sobat pembaca malah pernah mengalaminya sendiri . Hehehe..
Ya begitulah salah satu resiko memiliki sepeda motor dengan pendinginan mesin menggunakan radiator.
Cara Mendeteksi.
Bagaimana kita tahu bahwa air radiator masuk ke mesin dan bercampur oli tanpa membongkar mesin ?
Sederhana, sih…
Lampu Indikator Suhu Mesin Menyala.
Air radiator atau coolant yang tersisa sedikit akan membuat suhu mesin meningkat drastis dan otomatis akan menyalakan indikator suhu mesin di panel speedometer .
Saat ini terjadi, kita perlu segera melakukan pengecekan terhadap radiator dan air radiator.
Ketika ternyata didapati air radiator mesin motor kita berkurang secara drastis tapi tidak ada rembesan keluar, makasih perlu dicurigai bahwa air radiator masuk keesin dan bercampur oli.
Cek Warna Oli.
Langkah selanjutnya adalah cek oli mesin, buka tutup oli.
Pada setiap tutup oli mesin ada dipstick.
Periksa warna oli yang menetes dari ujung dipstick.
Oli normal ketika sudah dipakai sekian lama akan berwarna hitam. Ketika oli sudah tidak berwarna hitam, artinya oli sudah terkontaminasi.
Ketika anda menggunakan Coolant air radiator yang berwarna hijau, lalu oli anda ketika di cek berwarna kehijauan dan lebih encer dari kondisi normal, ditambah fakta bahwa air radiator anda berkurang secara tiba tiba, maka positif bahwa oli motor anda sudah tercampur air radiator (Coolant).
Penyebab dan Solusinya.
Apa penyebabnya ?
Ada beberapa hal yang menyebabkan air radiator merembes ke dalam mesin dan bercampur dengan oli, diantaranya :
Kerusakan Packing (Gasket).
Packing (gasket) pada kepala silinder yang rusak akibat lubang-lubang yang menghubungkan water jacket antara kepala silinder dan blok silinder mengalami korosi.
Hal itu membuat cairan radiator dapat menembus atau merembes ke saluran untuk mengalirkan oli mesin. Sehingga air radiator bercampur dengan oli mesin.
Solusinya segera ganti packing/gasket dan oli mesin dengan yang baru.
Kerusakan Sil Pompa Air.
Hal berikutnya adalah kerusakan pada sil pompa air yang dapat menyebabkan cairan radiator merembes masuk ke dalam mesin dan bercampur dengan oli mesin.
Untuk masalah ini perlu mengganti dengan seal yang baru.
Kerusakan Pada Cylinder Head.
Kerusakan pada kepala silinder pada umumnya dapat membuatnya berubah bentuk atau melengkung.
Biasanya disebabkan mesin mengalami panas berlebih (overheat). Karena kepala silinder melengkung, menciptakan celah di antara kepala silinder dengan blok silinder. Baik cairan radiator maupun oli mesin pun bertemu.
Solusinya, perlu membuka kepala silinder dan direparasi. Jika kepala silinder sudah terlalu melengkung, tentu perlu diganti.
Ada Retakan di Dinding Water Jacket.
Penyebab lainnya adalah adanya retak pada dinding water jacket di kepala silinder dan blok silinder akibat penggunaan cairan radiator yang tidak sesuai dengan karakter mesin.
Ini tergolong kerusakan parah, solusinya adalah mengganti kepala silinder atau blok silinder dengan yang baru.
Semoga bermanfaat.






