Tips Mencegah Mika Speedometer Retak – Retak.

Melanjutkan tulisan sebelumnya.

Setelah mengetahui penyebabnya, tentu Anda ingin tahu bagaimana cara mencegah kerusakan tersebut. Berikut beberapa langkah preventif yang bisa Anda lakukan:



1. Rutin Bersihkan dengan Metode Aman.


Membersihkan kaca speedometer bukan sekadar mengelap debu, tetapi ada teknik khusus yang perlu Anda perhatikan. Debu dan kotoran halus yang menempel bisa menjadi abrasif jika digosok terlalu keras. Adapun cara berikut bisa Anda coba:

Gunakan kain microfiber berkualitas baik yang lembut dan tidak meninggalkan serat. Hindari menggunakan tisu atau kain kasar yang bisa menggores permukaan kaca.
Basahi kain sedikit dengan air atau cairan pembersih khusus speedometer. Jangan langsung menyemprotkan cairan ke kaca karena bisa masuk ke bagian dalam dan merusak komponen elektronik.
Bersihkan dengan gerakan melingkar ringan, jangan terlalu menekan kaca. Jika ada noda membandel, beri waktu beberapa saat agar cairan pembersih melunakkannya sebelum digosok.


2. Gunakan Pelindung Speedometer.


Pelindung speedometer merupakan investasi kecil dengan manfaat besar. Tidak hanya melindungi dari benturan, tetapi juga dari sinar UV yang bisa melemahkan kaca. Berikut ada beberapa cara memilih pelindung speedometer.

Pilih pelindung berbahan akrilik atau polikarbonat yang tahan benturan. Pelindung ini biasanya dijual sesuai dengan model motor, sehingga pemasangannya mudah.
Jika pelindung standar tidak tersedia untuk model motor Anda, pertimbangkan untuk membuat pelindung custom di bengkel aksesoris. Pastikan ukurannya pas agar tidak mengganggu visibilitas.
Periksa pelindung secara berkala. Jika mulai tampak retak atau kusam, segera ganti untuk menjaga efektivitas perlindungan.


3. Hindari Parkir di Tempat Terbuka Terlalu Lama.


Paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama bisa memicu retakan pada kaca speedometer akibat pemuaian dan penyusutan. Anda juga bisa mengkondisikan beberapa cara ini:

Cari tempat parkir yang teduh, seperti di bawah pohon atau garasi rumah. Jika parkir di tempat terbuka tidak bisa dihindari, gunakan penutup motor (cover).
Pilih cover motor yang memiliki lapisan pelindung UV untuk meminimalisir panas yang terperangkap di dalam.
Jika Anda sering parkir di luar ruangan, pertimbangkan memasang visor tambahan di atas speedometer untuk memblokir sinar matahari langsung.


4. Hindari Modifikasi yang Berlebihan.


Modifikasi dashboard memang bisa menambah estetika atau fungsionalitas, tetapi jika dilakukan sembarangan, bisa memberikan tekanan berlebih pada speedometer. Jika Anda sudah melakukan modifikasi, Anda bisa melakukan hal berikut:

Pastikan semua aksesori tambahan, seperti holder ponsel atau GPS, dipasang dengan bracket yang tidak bersentuhan langsung dengan kaca speedometer.
Hindari memasang aksesoris dengan perekat atau baut yang terlalu kencang, karena bisa menyebabkan tekanan yang merata pada permukaan kaca.
Konsultasikan dengan teknisi sebelum melakukan modifikasi besar, terutama jika melibatkan panel instrumen.


5. Periksa Secara Berkala di Bengkel Resmi.


Pemeriksaan rutin bukan hanya untuk mesin, tetapi juga mencakup komponen kecil seperti speedometer. Beberapa hal ini mungkin bisa Anda coba ketika ingin melakukan servis.

Saat melakukan servis rutin, mintalah teknisi memeriksa kondisi speedometer secara spesifik. Tekankan pemeriksaan terhadap retakan mikro yang mungkin belum terlihat jelas.
Jika ada tanda-tanda retakan kecil, lakukan perbaikan dini sebelum kerusakan semakin parah. Beberapa bengkel resmi memiliki alat khusus untuk mendeteksi retakan mikro dan mencegahnya meluas.
Bengkel resmi biasanya memiliki stok suku cadang asli yang sesuai dengan spesifikasi motor Anda, memastikan penggantian kaca yang presisi.

Advertisements

Author: Mas Sayur