Kontroversi Tentang Masa Kadaluarsa Ban.

ZonaMotor.NET – Sobat pembaca sekalian, ban alias si karet bundar pada kendaraan baik motor atau mobil atau kendaraan yang lain tentu adalah part yang amat vital. Ban digolongkan dalam kategori part fast moving dimana masa pakainya tidak terlalu lama dalam pemakaian normal apalagi pemakaian yang “di atas normal”.

Masa Kadaluarsa yang dimaksud pada judul diatas berbeda dengan masa pakai. Masa kadaluarsa lebih diartikan kepada kelayakan ban untuk masih tetap dipakai jika sudah melebihi waktu tertentu .

Contohnya begini, ban belakang sepeda motor jika dipakai harian secara normal di jalanan aspal, sepanjang pengalaman yang Mas Sayur alami, maka dalam jangka waktu 9 bulan ban tersebut sudah halus, grip ban habis dan sudah berbahaya karena sudah licin dan kehilangan daya cengkeram , ini disebut Masa Pakai.

Contoh Selanjutnya, pada Januari 2015 Paijo membeli satu unit Honda CBR150R (K45A), baru dipakai sebulan, lalu si Paijo mendapatkan tugas kerja selama 5 tahun di Papua, otomatis CBR150 nya nganggur di dalam kamar selama 5 tahun. Naah… setelah 5 tahun si Paijo pulang, CBR150 nya masih mulus, begitu pula dengan ban motornya, masih tebal dan batiknya masih bagus, namun apakah selama 5 tahun tersimpan, ban tersebut tidak kadaluarsa ? Apakah aman ban yang sudah nganggur selama 5 tahun tetap dipakai meskipun gripnya masih bagus dan tebal ?

Baca Juga :  Yamaha Fazer Injeksi,Kemungkinan Muncul Bulan ini di India..

Naaah….ini seru…

Perlu diskusi sehat dan melibatkan ahlinya untuk membahas masalah ini.

Tentang ahli yang berkompeten tentang hal ini, Mas Sayur akan mengutip pernyataan dari Pabrik Ban. Intinya, pabrik ban menyatakan jika ban TIDAK MEMILIKI MASA KADALUARSA selama ban disimpan dalam kondisi lingkungan yang bagus, tidak kena panas atau lembab maka ban tetap bisa digunakan. Namun, meskipun tidak ada Masa kadaluarsa, pihak pabrik ban menyatakan ada masa jaminan ban selama 5 tahun setelah diproduksi. Sumber infonya dari SINI.

Dari sisi pengguna, ada diskusi menarik dari sebuah group otomotif ternama, MOTUBA (Mobil Tua Bangka), group yang Mas Sayur ikuti sejak 2012 yang lalu, namun sempat hilang groupnya pada 2020 yang lalu dan akhirnya sang admin bikin group lagi dengan nama yang sama. Group ini unik karena membernya beragam dalam memberikan tanggapan dari postingan yang ada, dari tanggapan yang serius sampai tanggapan ngelawak yang bikin kita terhibur.

Baca Juga :  Jika Anda Adalah Polisi ini,Apa yang Anda Lakukan..?

Dari trit tentang masa kadaluarsa ban di group MOTUBA tersebut diatas, tanggapan seriusnya lebih banyak yang menyatakan bahwa terlalu beresiko jika harus memakai ban yang sudah berumur lebih dari 10 tahun,karena karet yang merupakan bahan utama ban berpotensi sudah getas dan kaku, bisa saja mengakibatkan retakan pada ban saat dipompa dengan tekanan angin tertentu yang sangat berbahaya saat dipacu dalam kecepatan tinggi dan suhu yang tinggi pula. Sangat beresiko dan mempertaruhkan keselamatan. Jadi Mayoritas komentar serius menyarankan untuk mengganti ban yang baru.

Baca Juga :  Desain All New Honda CBR150R MY 2021 Serupa Honda CBR250RR, CLBK [ Cerita Lama Berulang Kembali].

Sementara komentar-komentar kocaknya antara lain

Akun Arief Pangestu menyatakan “Dikit lagi lulus SD 👍”

Muhammad Abduh > Jadiin pot kembang mbah😁

Katro Klasik Retro > 2009? Hampir 12 tahun mbah. Harusnya sdh SD kelas 5 mbah itu

Demikian sedikit gambaran diskusi tentang masa kadaluarsa ban.

Apa pendapat sampeyan , sob ? Kalau Mas Sayur pribadi sich, mending ganti baru, cari aman saja. Ban mah di toko banyak dan bisa dibeli, tapi nyawa nggak ada yang jual .

Komentar

comments

Advertisements

Author: Mas Sayur

2 thoughts on “Kontroversi Tentang Masa Kadaluarsa Ban.

  1. Setuju mas Sayur, saya punya pengalaman ban mobil 7 tahun nganggur jadi ban serep cuman ngegantung. supaya ga mubazir akhirnya dipake sebagai ban belakang. belum setahun dipake akhirnya meletus di jalan tol. Alhamdulillah masih sempat minggir ga kenapa2.

Tinggalkan Balasan ke silentreader Batalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.