Etika Fotografi Yang Terabaikan di Era Medsos.

ZonaMotor.NET – Sobat pembaca dimanapun anda berada, kembali bercerita tentang pengalaman pribadi, ceritanya Sabtu sore 16 November 2019, Mas Sayur mendapatkan kesempatan langka dan sangat berharga, yaitu mengikuti Workshop Fotografi yang diadakan oleh Astra Motor Papua dengan pemateri seorang jurnalis fotografi senior.

Acara tersebut dilaksanakan di main dealer Astra Motor Papua di bilangan Jalan Feri Kelapa II, Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura Provinsi Papua. Kegiatan ini diikuti oleh Mas Sayur pribadi sebagai perwakilan blogger otomotif (satu – satunya ) di Papua dan beberapa salesman Honda .

Secara pribadi, Mas Sayur bisa menebak misi dari event ini adalah untuk meningkatkan skill fotografi dari para salesman Honda yang merupakan ujung tombak penjualan mereka,agar para salesman ini bisa menghasilkan karya foto yang semenarik mungkin tentang sepeda motor yang mereka jual sehingga meningkatkan daya gedor mereka dalam menggaet konsumen. Sedangkan bagi Mas Sayur sendiri, ini merupakan pengalaman baru, langka dan sangat berharga. Bagaimana tidak, seorang tukang sayur keliling yang ngeblog secara angin – anginan hanya sesuai mood dan nulis hanya jika ada waktu luang, koq ya Alhamdulillah mendapatkan kesempatan berguru ilmu fotografi dari seorang master fotografi.

Adalah Roy Ratumakin, seorang wartawan kawakan di Tanah Papua yag saat ini bergabung di Tabloid Jubi sebagai wartawan olahraga dan sebagai kontributor medcom.id untuk wilayah Papua,adalah seorang sosok pecinta dunia fotografi sejak beliau masih duduk di Bangku SMA. Sedikit cerita beliau adalah kegemaran beliau mengirimkan foto – foto ke media cetak pada jaman ketika masih menggunakan kamera analog, dimana foto harus dicuci dan dicetak dulu baru dikirimkan ke redaksi media cetak dan kontes foto baik nasional maupun internasional. Singka cerita, hobi beliau ini membawanya menjadi wartawan foto di Papua pada masa Papua masih bernama Irian Jaya. Rekam jejak karier beliau di dunia jurnalistik diantaranya pernah menjadi wartawan Antara, Tribun Timur dan beberapa media yang lain (Mas Sayur lupa apa saja 🤭), hingga saat ini bergabung di Jubi dan Medcom.id

Ada banyak sekali ilmu fotografi yang Mas Sayur dapat dari acara ini, mas bro… Yang tentunya tidak bisa dijelaskan secara terperinci di artikel ini. Yang jelas acara ini telah membuka wawasan fotografi dari Mas Sayur pribadi menjadi semakin luas.

Baca Juga :  Terperosok di Jalanan Pedalaman Papua.

ETIKA FOTOGRAFI.

Satu saja uraian Mas Roy yang ingin Mas Sayur sampaikan kepada sobat pembaca, yakni tentang Etika Fotografi. Mengapa ini yang Mas Sayur, angkat ? Tak lain karena boomingnya dunia medsos saat ini yang membuat fenomena “cekrek & upload “ semakin menggila bahkan sebagian besar tanpa mengindahkan etika fotografi.

Baca Juga :  Lebih Detail Dengan Suzuki GSX150 Bandit, Partner Berkendara Harian Yang Tepat.

Ketika fotografi dikatakan merupakan cerita visual, maka dunia fotografi juga mempunyai etika yang tak boleh dilanggar. Ketika seorang fotografer mengambil sebuah gambar dari sebuah objek, sebelum ia mempublikasikannya, koreksi terhadap hasil foto tersebut adalah mutlak, jangan sampai ada objek objek lain dalam frame foto yang diambil yang bisa merusak pesan yang akan disampaikan melalui foto tersebut, contoh ketika mengambil objek foto launching motor baru lengkap dengan SPG, perhatikan sekelilingnya, objek benda atau tulisan di dinding atau sampah dilantai jangan sampai masuk dalam frame foto yang diambil, ini etika yang pertama.

Yang kedua, selepas mengambil gambar dan hendak mempublikasikannya, seorang fotografer harus meminta izin kepada objek yang diambil. Maukah ia dipublikasikan dalam kondisi seperti yang ditampilkan dalam gambar ? Karena mempublikasikan tanpa izin, lalu sang objek merasa kecewa dan tak suka gambarnya dilihat umum, ini akan menjadi masalah besar. Inilah yang Mas Sayur lihat banyak terjadi saat ini.

Ditengah maraknya dunia medsos, mudahnya akses internet untuk bermedsos, banyak pengguna medsos yang “belum dewasa” dalam bermedsos. Artinya bermedsos dengan tanpa berpikir panjang. Sekeda cekrek lalu upload dengan caption semaunya, tanpa mikir akibatnya bagaimana, bahkan ada yang mengambil gambar objek manusia dengan diam – diam tanpa seizin objek tersebut.

Baca Juga :  Malas Cuci Motor = Dzalim pada Motor..???

FASE DALAM BERMEDSOS.

Menurut opini pribadi Mas Sayur, duna medsos saat ini sudah tak bisa dihindari, tinggal bagaimana kita menyikapi dan menggunakannya secara bijak. Dan secara garis besar, pengguna medsos saat ini ada 2 golongan.

  • Pengguna medsos yang masih menglami FASE PUBER DALAM BERMEDSOS. Namanya saja masih fase pubertas, ini adalah golongan orang- orang yang baru mengenal dunia medsos alias duni maya dan masih senang -senangnya berinteraksi di dunia maya. Gambarannya adalah, yang penting cekrek dan upload. akibatnya ? Masa bodoh..
  • PENGGUNA MEDSOS YANG SUDAH DEWASA. Dewasa bukan dalam ukuran usia, tapi ini adalah orang-orang yang sudah lama mengenal medsos dan mengenal betul bahwa medsos hanyalah area piknik murah yang akan sangat rugi jika dibuat untuk menjadi baper, orang orang ini cenderung menjadi silent reader, jarang komen, meskipun selalu memantau perkembangan berita dari beranda medsos. Bahkan ada beberapa dari golongan ini yang menggunakan medsos sebagai ladang untuk mencari uang.

Komentar

comments

Advertisements

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.