Dari Dikira Motor Bodong, Hingga Dikira Intel Yang Menyamar (Pengalaman Jualan Sayur Bawa Motor Sport Fairing).

ZonaMotor.NET – Sobat pembaca dimanapun anda berada, sedikit cerita flasback, Mas Sayur pertama kali menggunakan motor sport fairing sebagai pikulan sayur adalah pada bulan November 2014. Saat itu si Paimo CBR250R CBU Thailand warna merah maroon menjadi teman seperjuangan Mas Sayur dalam menjemput rezeki di jalanan dan sudut-sudut kota Jayapura Papua.

Hampir satu setengah tahun bersama si Paimo, lalu digantikan dengan si Paijan, Honda New CB150 Streetfire rakitan 2015 yang dimodifikasi dengan fairing custom yang sepintas serupa dengan desain fairing YZF R25.

Tiga tahun bersama si Paijan, hingga di pertengahan 2019, akhirnya ia digantikan oleh New CBR150R rakitan 2017. Namun New CBR150R ini tak bertahan lama.

Pada awal November 2019, New CBR150R digantikan oleh Honda Verza rakitan 2014 warna putih, yang a nantinya mendapatkan sentuhan warna kuning (warna favorit Mas Sayur).

Jika dihitung keseluruhan, total adalah 5 tahun Mas Sayur berjualan sayur keliling menggunakan motor sport berfairing.

Dan selama itu pula, banyak pengalaman terkait suara-suara di di kanan dan kiri terkait keputusan Mas Sayur menggunakan “motor balap” untuk berjualan sayur keliling.

Ada yang positif.

Ada yang negatif.

Ada yang biasa saja…

Baca Juga :  Review Harian New Honda BeAt Street eSP (Bag.2 Konsumsi Bahan Bakar )

Dan secara pribadi Mas Sayur sudah ndak mau menggubris omongan mereka,dalam dialek Papua, Mas Sayur cukup bilang, Epen kah ? 🤭

Sekedar berbagi pengalaman, diantara reaksi orang-orang sekitar termasuk pelanggan Mas Sayur sendiri terhadap keputusan itu diantaranya adalah :

  • Dikira motor bodong / no paper / alias kosongan tanpa dokumen. Ini terjadi waktu pertama kali Mas Sayur menggunakan Honda CBR250R CBU Thailand sebagai pikulan sayur. FYI, waktu itu harga CBR250R CBU Thailand dalam kondisi baru adalah sekitaran 65 juta. Dan ada yang berpikir “nggak mungkin tukang sayur mampu beli motor seharga itu, kecuali kosongan”. Mendengar kabar itu, Mas Sayur hanya tersenyum, sayang sekali dia tak tahu bahwa CBR 250R itu Mas Sayur beli dalam kondisi bekas yang harganya hanya seharga Honda Vario 125 baru 😊.
  • Dianggap menghina dan melecehkan pemilik Honda CBR. Ini yang paling menyedihkan. Ternyata ada seseorang dengan pemikiran yang terlalu dangkal bagai katak dalam tempurung. Untungnya waktu itu Mas Sayur memiliki teman-teman komunitas Honda CBR, yakni CBR Riders Papua yang tak pernah melihat latar belakang membernya dan tetap positif untuk saling berbagi informasi dan kegiatan positif yang lain layaknya sebuah komunitas motor.
  • Dianggap menjatuhkan harga Hond CBR. Ini tak jauh berbeda dengan poin sebelumnya. Pemikiran seseorang yang kurang luas dan tak memahami ilmu marketing 😊.
  • Ada yang positif dan menganggapnya biasa saja, lha wong belinya dari usaha itu, lalu apa salahnya dipakai untuk usaha itu ? Naaah…..ini juoooss 👍
  • Ada yang bilang , “lhah….motor motor dia, mau dibikin apa ya terse dia, ngapain orang lain sewot ?” 🤭
  • Ada yang bilang, ” sombong amat,mas ? Jualan sayur pake motor balap ?” , Dengan tenang Mas Sayur, ” Bukan sombong,boss… cuma sekedar tombo pengin ( mengobati keinginan) , ntar kalau bosan juga tak jual lagi”.
  • Dianggap intel yang menyamar. Ini yang paling gokil tapi serem. Sampai detik tulisan ini dibuat,ada satu keluarga di Jayapura yang sesekali berbelanja sayur ke Mas Sayur, mereka sama sekali tidak percaya jika Mas Sayur adalah tukang sayur betulan. Mereka menyebut Mas Sayur sebagai “Orang Sektor Pusat”. Waaah… Ini benar-benar serem, mengingat situasi di Jayapura yang punya potensi memanas.
Baca Juga :  Bedah Teknologi dan Fitur Honda Forza 250 di Astra Motor Papua.

Hal terakhir inilah yang membuat Mas Sayur menjadi sangat berhati-hati, menjaga segala tindakan dan ucapan dalam bersosialisasi dengan warga asli Papua.

View this post on Instagram

#papuankids #massayur #zonamotordotnet #workersportmoto #eksplorepapua #papua #jayapura #mytripmyadventure #myworkmyadventure

A post shared by Mas Sayur (@mas_sayur) on

Mas Sayur selalu berusaha membaur dan membumi dengan mereka untuk mendapatkan kepercayaan bahwa Mas Sayur hanyalah rakyat jelata yang sedang berusaha mencari penghidupan dan mengupayakan nafkah keluarga dengan jalan berjualan sayur di Papua.

Poin terakhir itu pula lah yang akhirnya menjadi salah satu penyebab Mas Sayur menjual Honda CBR si pikulan sayur dan menggantinya dengan Honda Verza. Kembali menggunakan motor sport naked seperti sebelumnya.

Supaya apa ?

Supaya terlihat seperti tukang sayur betulan dan tidak dikira Intel yang menyamar 😊

FYI deretan mantan pikulan sayur yang pernah Mas Sayur pakai sejak awal “berkarier” di dunia persatuan di Jayapura sudah pernah Mas Sayur ceritakan di postingan dibawah ini. 👇

Komentar

comments

Advertisements

7 tanggapan untuk “Dari Dikira Motor Bodong, Hingga Dikira Intel Yang Menyamar (Pengalaman Jualan Sayur Bawa Motor Sport Fairing).

  • Januari 16, 2020 pada 8:32 am
    Permalink

    Luar biasa….semua motornya yang dipakai keren kerennn cak..

    Balas
    • Januari 17, 2020 pada 12:21 pm
      Permalink

      Wahh mantul pak Made.. terutama CBR 250R seharga Vario nya. Bikin ngiler wkwk
      Btw pas Papua rusuh itu daerah pak Made aman?

      Balas
  • Januari 17, 2020 pada 8:08 pm
    Permalink

    pawak an njenengan memamg koyok intel pak…

    Balas

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: